Sunday, March 19, 2023
Disturbed
Thursday, February 16, 2023
6 Band Legend 90-an
Potret Lawas 6 Band Legend yang Dibentuk Tahun 80-an hingga 90-an, Masih Eksis
08 Feb 2023, 13:50 WIB
Band-band legendaris Indonesia yang didirikan tahun 1990-an masih eksis di belantika musik Tanah Air hingga kini. Meski ada banyak band baru yang muncul, namun popularitas sederet band lawas Indonesia ini tidak redup.
Lagu-lagu hitsnya masih enak didengarkan membuat band lama Indonesia ini tetap jadi favorit remaja-remaja yang lahir tahun 1990-an. Puluhan tahun berlalu, lirik lagunya tetap relate dengan kehidupan percintaan hingga persahabatan di masa ini.
Capai titik sukses dan punya banyak penggemar dari berbagai kalangan, perjalanan karier band legendaris Indonesia ini penuh perjuangan. Foto lawas pun menjadi bukti jatuh bangun dan kekompakan para personel band Indonesia ini.
Memulai karier di usia remaja, paras sederet personel band legendaris Indonesia ini sudah banyak berubah. Namun meski usianya kini sudah tak remaja lagi, tak dipungkiri jika pesonanya tidak luntur.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang foto jadul band legendaris Indonesia yang didirikan tahun 1990-an, Rabu (8/2/2023).
1. Dewa 19
Dewa 19 merupakan band legendaris yang digawangi oleh Ahmad Dhani dan dibentuk tahun 1986 di Surabaya. Nama Dewa 19 meroket sejak Ari Lasso ditarik jadi vokalis tahun 1991.
2. Sheila on 7
27 tahun warnai industri musik Tanah Air, Sheila on 7 makin bersinar. Meski mengalami perubahan formasi dan pergantian personel, band yang didirikan di Yogyakarta ini tetap kompak.
3. Ungu
Hits tahun 90-an, band Ungu tetap dinantikan meski Pasha sang vokalis sempat vakum tahun tahun 2016-2021 karena menjabat sebagai wakil walikota Palu.
4. Kahitna
Juni 2023 mendatang, Kahitna masuki tahun ke-37 berkarya di belantika musik Indonesia. Selama berkarier ada personel yang memutuskan hengkang, namun Kahitna tetap kompak sampai saat ini.
5. Gigi
29 tahun berkarya, band legendaris Gigi tetap bersinar meski ada banyak band baru yang hiasi industri musik Indonesia. Berawal dari keinginan sederhana, kini band Gigi dicintai banyak orang.
6. Padi Reborn
Sempat vakum selama 6 tahun, tak meredupkan popularitas band Padi sebagai salah satu band legendaris Indonesia. Dulu dikenal dengan nama Padi, kini nama Padi berubah nama jadi Padi Reborn.
Sumber :
https://www.liputan6.com/hot/read/5201447/potret-lawas-6-band-legend-yang-dibentuk-tahun-80-an-hingga-90-an-masih-eksis
Saturday, August 28, 2021
Base Jam
Base Jam adalah grup band yang terbentuk pada 15 Januari 1994. Formasi Personel mereka semula terdiri atas Adon Saptowo (Vokal), Sigit Wardana (Vokal), Adnil Faisal (Gitar), Ardi "Aris" Isnandar (Gitar), Bambang "BS" Sutanto (Drum), Intan "Anya" Putri Werdiniadi (Keyboard) dan Ardhini "Sita" Citrasari (Bass).
Semua berawal dari acara Tujuh Belasan, kakak beradik Aris (gitar) dan Sita (bass) serta sepupu mereka Enya (gitar) dan Sigit (vocal), ditawari untuk tampil di acara Tujuh Belasan yang diadakan kantor Jasa Marga, di mana pada saat itu mereka adalah karyawan perusahaan tersebut, di bulan Juli 1993.
Pada pertengahan 1994, Enya dan Arif mengundurkan diri. Untuk mengisi kekosongan ini, Adnil (adik kandung Arif) dipilih sebagai pemain gitar. Dengan formasi ini, Base Jam kembali berprestasi. Mereka terpilih sebagai Juara Umum Band di acara grand final kompetisi musik serupa. Sejak saat itulah, Base Jam mulai sering mengisi acara di sekolah, kampus, kafe serta acara radio.
Layaknya band-band lain, ketujuh pemuda ini mencoba untuk membuat lagu sendiri. Ayah Sita yang kebetulan mengenal Harry Sabar, mengantarkan mereka "belajar" padanya. Dengan bantuan musisi senior tersebut, band ini sukses menciptakan 4 lagu dan merekamnya dalam bentuk demo.
Tahun 1995, PT. Musica Studio's tertarik dengan materi lagu demo tersebut dan mengajukan kontrak kerja sama sebanyak empat album. Album perdana mereka, Bermimpi pun sukses dirilis di pertengahan tahun 1996. Nama Base Jam langsung diperhitungkan sebagai band pendatang baru paling sukses tahun itu.
Dalam perkembangannya, rupanya para personel band ini tergugah untuk lebih serius untuk bermain musik. Dalam upaya membangun sebua band yang lebih solid mereka pun mengajak Anya bergabung sebagai pemain keyboard. Menyusul kemudian, BS (drum), Adon (vocal) dan Arif (vocal latar). Bermodalkan formasi ini, mereka tampil pertama kalinya di acara Departemen Pekerjaan Umum pada bulan November 1993. Saat itu mereka masih mengusung nama JM's KIDS (Anak-Anak Jasa Marga).
Nama Base Jam sendiri mulai resmi dipakai pada tanggal 15 Januari 1994. Kata Base diambil dari inisial nama kedelapan personel sedang 'Jam' bisa berarti Jasa Marga atau juga Jam Session. Nama Base Jam ini rupanya membawa berkah, karena pada tahun itu juga mereka berhasil meraih predikat best talent dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh radio Prambors.
Biografi
Base Jam pertama kali teken kontrak dengan PT. Musica Studios dan merilis album pertama Bermimpi (1996), album kedua 2 (1997) dan album ketiga Ti3a (1998).
Berikutnya pada tahun 1999, Base Jam mengalami krisis personel setelah merilis album Ti3a, Adnil Farsal (Gitar) dan Intan "Anya" Putri Werdiniadi (Keyboard) memutuskan untuk mengundurkan diri dari Base Jam.
Sebelum Adnil dan Anya mundur, Base Jam sempat meraih beberapa prestasi menggembirakan. Mereka pernah terpilih sebagai Most Wanted Band ANTV, MTV Video Music Award 1999. Lagu Bukan Pujangga terpilih menjadi lagu terbaik di ajang AMI Awards 1999 dan memenangkan kategori Video Klip Favorit versi Video Musik Indonesia (Februari 1999).
Disusul kemudian BS yang memutuskan untuk vakum bermusik untuk sementara waktu karena berlatih drum, tetapi Base Jam tidak mati kreativitas, setelah pengunduran diri 2 personel nya Base Jam merilis album keempat yang dinamakan Sinergi Base Jam Emp4t (2000), di dalam album keempat Base Jam berkolaborasi dengan penyanyi dan musisi lain, salah satunya penyanyi rap Iwa K.
Kekosongan posisi gitar Base Jam yang sempat ditinggalkan Adnil kemudian diisi oleh Christopher "Coki" Bollemeyer. Cowok lulusan Guitar Institute of Technology, Hollywood ini diangkat menjadi personel tetap Base Jam setelah setahun Coki menjadi additional player.
Coki mulai bergabung di Base Jam pada album kelima Dari Hati (2001) menggantikan posisi Adnil Farsal (Gitar) , tetapi hanya 1 album kemudian juga hengkang dan memutuskan bergabung dengan Netral pada tahun 2002. Posisi Coki kemudian diisi dengan kembalinya Adnil Farsal sang mantan gitaris.
Setelah album kelima rilis setahun kemudian, Base Jam merilis album kompilasi The Best of Base Jam (2002) yang di dalamnya terdapat kumpulan lagu terbaik Base Jam dan ada 2 lagu baru dan sebagai single mereka yaitu Denganmu Tanpamu dan hits single Hujan Tanpa Awan.
Setahun kemudian, Base Jam merilis album keenam berjudul Dua Sisi (2003) yang merupakan album terakhir sebelum Sigit Wardana memilih keluar dan bergabung dengan Nufa Band lalu bersolo karier. Oni Fathoni (Gitar) dan Wally (Drum - drummer Jun Fan Gung Foo) bergabung untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Coki (Gitar) dan BS (Drum) sejak tahun 2002. Bambang Sutanto alias BS memilih keluar karena telah bekerja dalam bidang desain grafis dan kuliner.
Base Jam vakum untuk beberapa tahun lamanya, Adon Saptowo sibuk dengan solo karier untuk album rohaninya, Ardhi "Aris" Isnandar sibuk dengan kuliah, dan personel masing-masing dengan urusan pribadinya, maka pada tahun 2010 Base Jam mulai menyatukan tekad kembali dan bangkit kembali dari mati suri, mereka menamakan diri The New Base Jam dimana personelnya adalah Adon Saptowo (Vocal), Alvin Kurniawan (Finalis AFI) (Vocal), Ardhini "Sita" Citrasari (Bass), Ardi "Aris" Isnandar (Gitar), Oni Fathoni (Gitar) dan Echa Soemantri (Additional Drummer).
Pada tahun 2010 "New Base Jam" mengeluarkan Singlenya yang berjudul Aku Berbeda, Sayang, Percayalah dan 1 lagu berjudul Doamu Ibu sebagai kompilasi soundtrack film layar lebar Indonesia Negeri 5 Menara.
Pada tahun 2015, Base Jam merayakan 21 tahun berkaryanya Base Jam. Dan ini ditandai dengan munculnya album baru mereka yaitu Base Jam Reunion 21 Tahun. Di album ini mereka bereuni dengan 2 anggota lama mereka yaitu Sigit Wardana dan Adnil Farsal. Bambang Sutanto atau BS sebagai mantan drummer Base Jam kali ini hanya berperan sebagai desainer untuk cover dari album ini.
Album ini berisikan 12 lagu dengan beberapa lagu lama telah diaransemen ulang dan beberapa lagu lama dari album - album terdahulunya dimasukkan lagi di album ini, serta ini menjadi kembalinya Base Jam setelah 12 tahun tidak meluncurkan album baru sejak album Dua Sisi yang dirilis tahun 2003 silam. Album ini kembali didistribusikan oleh label lama mereka, Musica Studios.
Diskografi
Album Studio
- Bermimpi (1996)
- 2 (1997)
- Ti3a (1998)
- Sinergi Base Jam Emp4t (2000)
- Dari Hati (2001)
- Dua Sisi (2003)
- Album Kompilasi
- The Best of Base Jam (2002)
- Base Jam Reunion 21 Tahun (2015)
Single lagu
- Sayang (2010)
- Aku Berbeda (2010)
- Percayalah (2010)
- Doa Ibu (2012)
- Cinta Aku Dulu (CAD) (2018)
- Jalan Kita Berbeda (2019
- Manisnya Hidup (2020)
- Kusambut Ramadhan (2021)
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Base_Jam
https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/29/200001810/25-tahun-berkarya-adon-putuskan-hengkang-dari-base-jam
Wayang
Wayang merupakan sebuah grup musik asal Jakarta yang didirikan pada tahun 1995. Nama Wayang diambil dari inisial masing-masing personel yakni Wahyu Adrianto, Ahmad Fauzi, Ramdan Wahyudi, dan Gilang Ariestya.
Album perdana Wayang dikeluarkan oleh BMG Indonesia/Musica Studios sebagai label pengedar pada 1997 dengan titel Damai. Wayang hampir setiap tahun meluncurkan album diantaranya, Dongeng pada 1999, Transisi pada 2000, WYG di 2002, Dari Hati di 2003 yang saat itu masih bernaung di bawah bendera label BMG Indonesia.
Dan album berikutnya adalah Belum Terlambat di rilis pada pertengahan 2005 di bawah label baru mereka yakni Sony BMG Indonesia atau gabungan dari BMG Indonesia dengan Sony Music Entertainment.
Di pertengahan perjalanan karier bermusiknya, Wayang sempat mengeluarkan album karya-karya terbaik mereka dengan judul, The Best of Wayang pada Juli 2001 dan masih diedarkan BMG Indonesia yang merupakan label satellite dari Musica Studios.
Setelah tahun 2005 hingga 2008, sudah tidak terdengar lagi gaung Wayang di kancah musik Indonesia. Hal ini disebabkan, drummer Wayang, Gilang Ariestya, harus menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung sampai mendapatkan gelar sarjana.
Setelah lebih dari tiga tahun vakum sementara, akhirnya Wayang kembali meramaikan panggung musik tanah air pada tahun 2009. Pada tahun yang sama Wayang menambah personil baru, Ical, untuk mengisi posisi gitar menemani Yudi sang vokalis, mereka merilis album berjudul Perbedaan dibawah naungan label internasional Universal Music Indonesia.
Pada bulan Maret 2011 Ical mundur dari posisi gitaris Wayang, dengan alasan sudah bosan bergabung dengan Wayang lalu dikabarkan mendirikan band baru lalu langsung digantikan oleh gitaris berbakat bernama Syafrie atau yang lebih dikenal Aie.
Setelah 3 tahun kembali tak beraktivitas, di akhir tahun 2014 Wayang kembali meluncurkan sebuah single recycle yang berjudul "Tak Selamanya" dengan aransemen ciamik dibawah naungan label Seven Music Indonesia.
Pada pertengahan tahun 2015 Wayang kembali mengeluarkan single daur ulang mereka kembali yang berjudul Damai dan masuknya seorang Drummer bernama Ryan yang sebelumnya mengisi Additional Musician Wayang.
Setelah sukses mengeluarkan single Damai Wayang kembali merilis single mereka pada tahun 2015 dengan kembali mendaur ulang lagu mereka yang berjudul Jangan Kau Pergi, dan pada tahun ini Wayang pun kedatangan keyboardis bernama Angga mengisi sebelumnya posisi Wahyu Adrianto, Angga sempat beberapa tahun sebagai Additional Musician dan juga mengisi pada rekaman lagu "Damai".
Tahun 2018 karena kesibukannya, Ryan pun mengundurkan diri dari Wayang. "Keluar masuknya personil ini merupakan sebuah proses.. proses bermusik pastinya. Tapi Wayang adalah keluarga besar, jadi mereka sudah tidak di Wayang tapi tetap masih keluarga besar Wayang." Ujar Bunda Lilik, Sang Manager.
Saat ini Wayang diperkuat oleh Ramdan Wahyudi (Vocal,Guitar), Ahmad Fauzi (Bass), Agung Lingga 'Angga' (Keyboard) dan Syafrie 'Aie' (Guitar). Dengan kekuatan personil saat ini serta kekompakan sang manager bersama WYG Management, Bunda Lilik, diharapkan Wayang tetap dapat menghibur para "Wayangku" serta meramaikan khasanah musik Indonesia.
Diskografi
- Damai (September 1997)
- Dongeng (Juli 1999)
- Transisi (Maret 2000)
- The Best of (Oktober 2001)
- WYG (Juni 2002)
- Dari Hati (November 2003)
- Belum Terlambat (Juli 2005)
- Perbedaan (Maret 2008)
- Greatest Hits (2014)
Single
- Damai (Oktober 1997)
- Bayang (Desember 1997)
- Dimensi (Februari 1998)
- Dongeng (Juli 1999)
- Hari Yang Indah (Agustus 1999)
- Katanya (September 1999)
- Kecewa (April 2000)
- Gadis Kecil (Pertengahan Juni 2000)
- Lupa (Agustus 2000)
- Guitar (Akhir September 2000)
- Tirani (November 2000)
- Beri Aku Cinta (Awal November 2001)
- Hanya Ada (Januari 2002)
- Jangan Kau Pergi (Juni 2002)
- Tak Selamanya (Oktober 2002)
- Andai Kau Ada (Desember 2002)
- Maafkanlah (Desember 2003)
- Yakiniku (April 2004)
- Angan Dan Khayalan (Juli 2004)
- Yang Telah Pergi (Akhir Juli 2005)
- Hanya Kamu (April 2006)
- Cinta (Juli 2006)
- Kangen (November 2006)
- Aku Adalah (Maret 2007)
- Tersiksa (April 2009)
- Dongeng "New Version" (Agustus 2009)
- Mengapa Aku (Januari 2010)
- Tak Selamanya "New Version" (2014)
- Damai "New Version" (2015)
- Jangan Kau Pergi "New Version" (2016)
- Pasti Bisa (2017)
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_(grup_musik)
https://www.republika.co.id/berita/ozz905284/nostalgia-lagu-wayang-di-the-90s-festival
Wednesday, April 8, 2020
Funk Section
Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis “Funk Section”. Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994) Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik.
Ketika duduk di bangku SMA, Glenn Fredly tidak hanya berkutat dengan buku pelajaran. Tapi juga sibuk nge-band. Glenn memiliki sebuah band ketika ia masih kelas 2 atau 3 SMA. Band pertamanya itu bernama Funk Section.
"Jadi, waktu itu mereka dapat kesempatan untuk main di salah satu jazz club di Jakarta lah. Akhirnya, gue di audisi untuk jadi vokalis gitu," kata Glenn.
Funk Section bukan sekadar band iseng-iseng. Glenn Fredly mengatakan mereka sempat merilis sebuah album. Hingga kini, para personel band itu juga masih aktif berkecimpung di industri musik.
"Karena mereka 'kan session player yang biasa main sama band-band dan musisi terkenal, kayak Mas Mus Mujiono dan lain-lain gitu lah," ucap Glenn.
FUNK SECTION adalah group yang pada awalnya dikomandoi oleh CHRIST KAYHATU. Selepas wafatnya Christ Kayhatu, group ini mencoba tetap eksis, bahkan berhasil merilis album, satu hal yang belum sempat dilakukan ketika Chrst Kayhatu masih hidup.
Formasi Funk Section di album ini adalah MUS MUJIONO (Gitar), YANCE MANUSAMA (Bass), INANG NOORSAID (Drums), EKKA BAKTI (Keyboards), IRFAN CHASMALA (Keyboards) dan GLENN FREDLY (Vocal).
Glenn waktu itu masih pendatang baru yang belum dikenal. Tapi keunikan suaranya menjadi selling point album ini, sehingga lagu DI PANTAI CINTA dan TERPESONA langsung menjadi radio hits. Sukses album ini memang menjadi langkah awal seorang Glenn Fredly, karena kemudian karirnya mengkilap sebagai penyanyi solo.
Dan ini tidak begitu saja dilupakan Glenn, buktinya dia merilis ulang lagu TERPESONA di album solonya, dalam versi duet bersama AUDY. Sayangnya, sukses Glenn tidak berimbas pada sukses Funk Section. Setelah album ini belum ada lagi album dari Funk Section.
Sukses bersolo karier tak membuat Glenn Fredly lalu menutup mata terhadap masa lalu pada awal-awal kemunculannya bersama teman-teman di bandnya, Funk Section. Konser 'Menanti Arah' ini seolah menjadi salah satu ajang untuk reuni. Untuk pertama kalinya setelah dua dekade mereka kembali tampil.
"Perjalanan 20 tahun buat saya nggak pernah terpikirkan. Sejak awal saya berkarya saya cuma pikir gimana melakukannya dari 1995. Hampir 20 tahun kami tidak bertemu," ujar Glenn malam itu di panggung Istora Senayan, Jakarta (17/10/2015).
Orang-orang ini sangat berarti karena seperti pijakan, mereka tempat Glenn mulai dikenal orang. "20 tahun lalu saya masih pakai putih abu. Malam hari ini untuk pertama kalinya bersama band saya Funk Section mereka adalah orang-orang berpengaruh untuk musik saya," kata Glenn lagi.
Glenn memanggil satu demi satu personelnya, Eka Bakti, Ivan Casmala, Kinang, Yance, dan Mus Mujiono. Eka dan Ivan adalah pemain keyboard. Kinang pemain drum sedangkan Mus Mujiono adalah pemain gitar dan salah satu yang membuat band ini ada.
"Give applause. Eka Bakti adalah penulis lagu terpesona. Saya paling bontot di sini tapi mereka tempat saya bercerita dan menanyakan semuanya. Termasuk ini gadis cantik atau nggak saya tanya dia juga," cerita Glenn.
Mereka memainkan Pantai Cinta dan Terpesona dalam iringan dan aransemen asli. Para pria ini seperti dihidupkan kembali setelah 20 tahun silam. "Lagu ini dibawakan lagi setelah 20 tahun yang lalu terima kasih pak produser funk section pak Anton Setianto," ucap Glenn senang.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Glenn_Fredly
https://id.wikipedia.org/wiki/Mus_Mujiono
https://kumparan.com/kumparanhits/glenn-fredly-ingin-hidupkan-kembali-funk-section-bandnya-saat-sma-1rUrZdX77JX
https://www.liputan6.com/showbiz/read/2343039/ketika-glenn-fredly-reuni-bareng-funk-section-setelah-20-tahun
Monday, March 16, 2020
Jingga
Sementara itu personel band ini hanya diisi oleh 2 orang saja yaitu Fe dan Therry.
Album pertama mereka berhasil dirilis di tahun 1996 yang berjudul "Tentang Aku" yang berisikan 9 lagu dengan lagu utamanya berjudul "Tentang Aku". Album ini diproduksi di bawah label musik Ceepee Production.
Album Jingga Band “Tentang Aku”
Kuterhempas
Tentang Aku
Puisi Malam
Dan Hijau...
Aku Dalam Manusia
How We Should
Aku, Hari Ini
Dalam Doa
Terakhir
One hit wonder, mungkin kata yang tepat untuk melukiskan duo FE dan THERRY dalam JINGGA ini. Kehadiran mereka lumayan mengejutkan karena membawa kesegaran baru. Suara Fe yang khas terasa pas membawakan lagu-lagu seperti TENTANG AKU, DALAM DOA atau KUTERHEMPAS, sehingga lagu-lagu itupun jadi akrab dan sering terdengar diputar di berbagai radio.
Seharusnya langkah mereka bisa panjang mengingat kesuksesan album pertama dan satu-satunya ini, tapi sayang langkah mereka terhenti sampai disini. Padahal lagu TENTANG AKU masuk dalam katagori all time hits, bahkan terakhir sempat dirilis ulang oleh ANDIEN dan lumayan sukses.
Akun instagram Fe : instagram.com/feutomo
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Jingga_(grup_musik)
http://awalberdirinyaband.blogspot.com/2016/04/sejarah-awal-berdirinya-jingga-band.html
http://indolawas.blogspot.com/2007/10/jingga-tentang-aku.html
Friday, November 15, 2019
Lingua
Grup vokal Lingua terdiri dari vokal Amara, Frans Mohede, dan Arie ternyata belum bubar. Grup ini berdiri pada 1996 atas bentukan Yovie Widianto. Lagu yang dikenal pada adalah "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", "Tak'kan Habis Cintaku", "Aku", dan "Bintang".
Album pertama mereka "Bila Kuingat" dirilis pada tahun yang sama. Tapi grup vokal trio Lingua ini mengalami penurunan pada awal tahun 2000, karena peristiwa krisis keuangan Asia tahun 1997-1998. Meskipun album mereka "Aku", yang keluar pada tahun 1999, tetap mencapai angka penjualan yang baik.
Pada akhir 2014, Francois mengatakan bahwa dengan permintaan dari penggemar, dengan Mara ia akan mempertimbangkan kembali ke dunia musik. Dan pada bulan Oktober 2015, Arie, Frans dan Mara menegaskan penciptaan album baru dari band Lingua di jaringan sosial. Bekerja sama dengan personil dari boyband Coboy, Keduanya grup hadir menciptakan kolaborasi baru dengan nama Colabo. Pada bulan Desember 2015, Colabo merilis album berjudul Good Time.
Personel Lingua adalah sebagai berikut:
Frans bernama lengkap Francois Henry Willem Mohede.
Amara bernama lengkap Tuwuhadijatitesih Amaranggana.
Arie Widiawan.
Sumber :
https://celebrity.okezone.com/read/2012/10/16/386/704987/grup-vokal-lingua-masih-ada
https://id.wikipedia.org/wiki/Frans_Mohede
https://id.wikipedia.org/wiki/Amara
Related Posts
-
ALV band terdiri atas Nugie Nugraha (Vocal), Alex Kuple (Bass), Nito SFB (Guitar), Joe Sampouw (Guitar), Gerry Herb (Drums), & Hendy ...
-
Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis “Funk Section”. Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994) ...
-
Stinky adalah grup musik Indonesia. Grup musik ini digawangi oleh Andre Taulany (vokal), Edy Suryo Triputrianto (drum), Ndhak Surahman H...
-
Rampak Naong berdiri pada April 1999 di daerah Depok Jawa Barat. “Rampak naong” adalah falsafah masyarakat Madura. Rampak artinya bers...
-
Berawal dari iseng pertengahan album 1999, Boyan (drums) dan Uti (gitar), mahasiswa Arsitektur ITENAS Bandung dan mengajak Erwin sebagai ...






