Showing posts with label Padi. Show all posts
Showing posts with label Padi. Show all posts

Thursday, February 16, 2023

6 Band Legend 90-an

Potret Lawas 6 Band Legend yang Dibentuk Tahun 80-an hingga 90-an, Masih Eksis

08 Feb 2023, 13:50 WIB


Band-band legendaris Indonesia yang didirikan tahun 1990-an masih eksis di belantika musik Tanah Air hingga kini. Meski ada banyak band baru yang muncul, namun popularitas sederet band lawas Indonesia ini tidak redup.

Lagu-lagu hitsnya masih enak didengarkan membuat band lama Indonesia ini tetap jadi favorit remaja-remaja yang lahir tahun 1990-an. Puluhan tahun berlalu, lirik lagunya tetap relate dengan kehidupan percintaan hingga persahabatan di masa ini.

Capai titik sukses dan punya banyak penggemar dari berbagai kalangan, perjalanan karier band legendaris Indonesia ini penuh perjuangan. Foto lawas pun menjadi bukti jatuh bangun dan kekompakan para personel band Indonesia ini.

Memulai karier di usia remaja, paras sederet personel band legendaris Indonesia ini sudah banyak berubah. Namun meski usianya kini sudah tak remaja lagi, tak dipungkiri jika pesonanya tidak luntur.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang foto jadul band legendaris Indonesia yang didirikan tahun 1990-an, Rabu (8/2/2023).


1. Dewa 19 

Dewa 19 merupakan band legendaris yang digawangi oleh Ahmad Dhani dan dibentuk tahun 1986 di Surabaya. Nama Dewa 19 meroket sejak Ari Lasso ditarik jadi vokalis tahun 1991.


2. Sheila on 7 

27 tahun warnai industri musik Tanah Air, Sheila on 7 makin bersinar. Meski mengalami perubahan formasi dan pergantian personel, band yang didirikan di Yogyakarta ini tetap kompak.


3. Ungu 

Hits tahun 90-an, band Ungu tetap dinantikan meski Pasha sang vokalis sempat vakum tahun tahun 2016-2021 karena menjabat sebagai wakil walikota Palu.


4. Kahitna 

Juni 2023 mendatang, Kahitna masuki tahun ke-37 berkarya di belantika musik Indonesia. Selama berkarier ada personel yang memutuskan hengkang, namun Kahitna tetap kompak sampai saat ini.


5. Gigi 

29 tahun berkarya, band legendaris Gigi tetap bersinar meski ada banyak band baru yang hiasi industri musik Indonesia. Berawal dari keinginan sederhana, kini band Gigi dicintai banyak orang.


6. Padi Reborn

Sempat vakum selama 6 tahun, tak meredupkan popularitas band Padi sebagai salah satu band legendaris Indonesia. Dulu dikenal dengan nama Padi, kini nama Padi berubah nama jadi Padi Reborn.


Sumber :

https://www.liputan6.com/hot/read/5201447/potret-lawas-6-band-legend-yang-dibentuk-tahun-80-an-hingga-90-an-masih-eksis

Friday, November 15, 2013

Padi


Anggota Satriyo Yudi Wahono
Ari Tri Sosianto
Rindra Risyanto Noor
Andi Fadly Arifuddin
Surendro Prasetyo

Padi adalah salah satu kelompok musik (band) dari Indonesia. Personil Padi terdiri dari Ari (gitar), Fadly (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar). Kelompok ini memulai debut mereka di dunia musik Indonesia di penghujung tahun 1990-an melalui single "Sobat" dalam album kompilasi indie ten dan dianggap membawa warna baru dalam dunia musik Indonesia. Jalur musik yang dipilih adalah pop-rock.

Dibentuk 8 April 1997, grup ini merupakan wadah kreativitas seni lima mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Semula bernama 'Soda', namun kemudian diganti menjadi 'Padi' ("Padi makanan orang susah," demikian kata salah seorang di label rekaman saat piyu menawarkan demo lagunya). Nama ini dipilih juga karena bersifat "sangat membumi". Lebih jauh, mereka tidak hanya mengambil filosofinya saja, semakin berisi semakin merunduk, tapi juga melihat fungsinya yang melambangkan kesejahteraan.
Diawali dari bermain musik dari satu panggung ke panggung lain, grup ini akhirnya dikontrak untuk masuk dunia rekaman.

Album-album Padi cukup sukses menembus pasar musik Indonesia. Beberapa pengamat menyimpulkan aransemen musik padi yg dinamis dan lebih kompleks dari rata-rata lagu oleh grup band Indonesia yang seangkatan adalah salah satu penyebab kesuksesan tersebut. Pada awal kemunculannya pada tahun 1998 khasanah band Indonesia didominasi oleh lagu-lagu dengan aransemen sederhana dengan tempo sedang cenderung lambat.

Ciri lain band-band Indonesia pada masa tersebut adalah cukup dominannya instrumen keyboard pada band-band terkemuka. Karakter Keyboard/Organ memengaruhi gaya musik menjadi minim distorsi dan cenderung melodik. Hal ini tampak pada band-band pencetak hits saat itu seperti Kahitna, Dewa 19 dengan album Pandawa Lima-nya, maupun Slank sesaat sebelum perombakan formasi di mana Indra Q masih tampil sebagai keyboardist.

Lain Dunia
Padi kemudian mendobrak dengan formasi tanpa keyboard melalui album pertama mereka Lain Dunia (1999). Formasi semacam ini membuat eksplorasi teknik permainan gitar begitu dominan, maka wajar jika lagu-lagu yang dihasilkan cenderung penuh ditorsi. Apalagi ditunjang oleh gaya permainan dua gitarisnya, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Ari Tri Sosianto, yang berbeda satu sama lain, Padi mendobrak dengan lagu-lagu kompleks yang ditandai dengan aransemen dua gitar yang hampir selalu berbeda dalam tiap frasa dalam tiap lagu. Album ini mendapatkan platinum pada bulan April 2000 dan quadraple platinum pada tahun 2001.

Sesuatu Yang Tertunda
Pada tahun 2001, Padi mengeluarkan album kedua mereka Sesuatu Yang Tertunda. Album ini mampu terjual sebanyak 1,6 juta kopi dan mendapat 10x Platinum pada tahun 2002. Salah satu Album terbaik dan terfavorit sampai saat ini.

Save My Soul
Save My Soul adalah nama album musik ketiga Padi. Album ini diluncurkan pada tanggal 18 Juni 2003. Dalam lagu "Sesuatu Yang Tertunda", Padi berduet dengan musikus pujaan mereka, Iwan Fals. Selain Iwan Fals, kolaborator lainnya yang terdapat dalam album ini termasuk musisi Australia yang merupakan pemain saksofon, Robert Burke dan pianis Kiernan Box, Adjie Rao (perkusi), dan penyanyi Astrid Sartiasari. Nasib album ketiga tersebut, meski tak bisa dibilang gagal, tapi tak segemerlap dua album sebelumnya.[1]

Tak Hanya Diam
Setelah lebih dari 2 tahun vakum dari dapur rekaman, Padi menggebrak dengan album baru Tak Hanya Diam. Album yang berisi 10 lagu ini tak lagi bertemakan 'interpersonal' (cinta) seperti 4 album sebelumnya, namun meluas menjadi kepedulian dari reaksi mereka terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Inti pesan dari lirik-lirik di dalam album Tak Hanya Diam terfokus pada soal tidak berfungsinya komunikasi yang berakibat beberapa bencana yang timbul secara beruntun di Indonesia. Seperti tsunami dan gempa bumi. Tak hanya temanya, peluncuran album ini juga cukup unik. Padi meluncurkan album terbaru mereka dengan tampil menyanyi di atas geladak KRI Teluk Mandar 514 yang berlayar perlahan di perairan Teluk Jakarta, Senin 12 November 2007. Peluncuran album di atas kapal ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Walau pada awalnya hanya ingin unik dari launching album secara konvensional, namun Padi kali ini memberikan isyarat kepada kita untuk selalu ingat bahwa negeri ini adalah negeri maritim dengan kekayaan dan keindahan laut yang dimiliki. Selain itu, Padi juga mengenalkan logo baru mereka. Mereka mengaku perubahan logo ini hanya untuk lebih fresh saja, menghindari "kultus" logo Padi yang pertama karena Padi membuat logo bukan untuk membuat 'laskar'.

Cover album Tak Hanya Diam mewakili tema dari album ini, cover yang berbentuk titik-titik saling berhubungan yang mencerminkan adanya saling sinergi satu sama lain didasari saling komunikasi untuk saling mengisi dalam damai. 

Di album ini juga terlihat keberanian Rindra (bass) dan Piyu (gitar) tampil sebagai vokalis di lagu "Belum Terlambat" dan "Jangan Datang Malam Ini".

Diskografi

Single
Indie 10 dengan satu singel: 'Sobat'
OST World Cup 2002 dengan satu singel: 'Work Of Heaven'
Family Songs Hadad Alwi (2003) dengan lagu "Doaku"
Tribute to Ian Antono (2004) dengan lagu "Saksi Gitar Tua"
Kita Untuk Mereka dengan satu singel: '26 Desember'
single "Terbakar Cemburu" (2010)
single "Tempat Terakhir" (2011)
Sahabat Selamanya OST Upin dan Ipin
sepiring berdua ost sunatan

Album
Lain Dunia (1999) terjual 800 ribu kopi
Sesuatu Yang Tertunda (2001) terjual 1,6 juta kopi
Save My Soul (2003)
Padi (2005)
Tak Hanya Diam (2007)

Kompilasi
The Singles (2011) 2 CD



Mahadewi
Padi
    
Hamparan langit maha sempurna,
Bertahta bintang - bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar,
Teruntai turun menyapa ku

Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun... terhapuskan

Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya,
Aku merasa mengenal dia...

Tapi ada entah dimana,
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya,
Pencarianku pun... usai sudah

Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya,

Mahadewi tercipta untukku


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://www.sobatpadi.net/

Related Posts