Saturday, August 28, 2021

Base Jam

Base Jam adalah grup band yang terbentuk pada 15 Januari 1994. Formasi Personel mereka semula terdiri atas Adon Saptowo (Vokal), Sigit Wardana (Vokal), Adnil Faisal (Gitar), Ardi "Aris" Isnandar (Gitar), Bambang "BS" Sutanto (Drum), Intan "Anya" Putri Werdiniadi (Keyboard) dan Ardhini "Sita" Citrasari (Bass).

Semua berawal dari acara Tujuh Belasan, kakak beradik Aris (gitar) dan Sita (bass) serta sepupu mereka Enya (gitar) dan Sigit (vocal), ditawari untuk tampil di acara Tujuh Belasan yang diadakan kantor Jasa Marga, di mana pada saat itu mereka adalah karyawan perusahaan tersebut, di bulan Juli 1993.

Pada pertengahan 1994, Enya dan Arif mengundurkan diri. Untuk mengisi kekosongan ini, Adnil (adik kandung Arif) dipilih sebagai pemain gitar. Dengan formasi ini, Base Jam kembali berprestasi. Mereka terpilih sebagai Juara Umum Band di acara grand final kompetisi musik serupa. Sejak saat itulah, Base Jam mulai sering mengisi acara di sekolah, kampus, kafe serta acara radio.

Layaknya band-band lain, ketujuh pemuda ini mencoba untuk membuat lagu sendiri. Ayah Sita yang kebetulan mengenal Harry Sabar, mengantarkan mereka "belajar" padanya. Dengan bantuan musisi senior tersebut, band ini sukses menciptakan 4 lagu dan merekamnya dalam bentuk demo. 

Tahun 1995, PT. Musica Studio's tertarik dengan materi lagu demo tersebut dan mengajukan kontrak kerja sama sebanyak empat album. Album perdana mereka, Bermimpi pun sukses dirilis di pertengahan tahun 1996. Nama Base Jam langsung diperhitungkan sebagai band pendatang baru paling sukses tahun itu.

Dalam perkembangannya, rupanya para personel band ini tergugah untuk lebih serius untuk bermain musik. Dalam upaya membangun sebua band yang lebih solid mereka pun mengajak Anya bergabung sebagai pemain keyboard. Menyusul kemudian, BS (drum), Adon (vocal) dan Arif (vocal latar). Bermodalkan formasi ini, mereka tampil pertama kalinya di acara Departemen Pekerjaan Umum pada bulan November 1993. Saat itu mereka masih mengusung nama JM's KIDS (Anak-Anak Jasa Marga).

Nama Base Jam sendiri mulai resmi dipakai pada tanggal 15 Januari 1994. Kata Base diambil dari inisial nama kedelapan personel sedang 'Jam' bisa berarti Jasa Marga atau juga Jam Session. Nama Base Jam ini rupanya membawa berkah, karena pada tahun itu juga mereka berhasil meraih predikat best talent dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh radio Prambors.


Biografi

Base Jam pertama kali teken kontrak dengan PT. Musica Studios dan merilis album pertama Bermimpi (1996), album kedua 2 (1997) dan album ketiga Ti3a (1998).

Berikutnya pada tahun 1999, Base Jam mengalami krisis personel setelah merilis album Ti3a, Adnil Farsal (Gitar) dan Intan "Anya" Putri Werdiniadi (Keyboard) memutuskan untuk mengundurkan diri dari Base Jam.

Sebelum Adnil dan Anya mundur, Base Jam sempat meraih beberapa prestasi menggembirakan. Mereka pernah terpilih sebagai Most Wanted Band ANTV, MTV Video Music Award 1999. Lagu Bukan Pujangga terpilih menjadi lagu terbaik di ajang AMI Awards 1999 dan memenangkan kategori Video Klip Favorit versi Video Musik Indonesia (Februari 1999).

Disusul kemudian BS yang memutuskan untuk vakum bermusik untuk sementara waktu karena berlatih drum, tetapi Base Jam tidak mati kreativitas, setelah pengunduran diri 2 personel nya Base Jam merilis album keempat yang dinamakan Sinergi Base Jam Emp4t (2000), di dalam album keempat Base Jam berkolaborasi dengan penyanyi dan musisi lain, salah satunya penyanyi rap Iwa K.

Kekosongan posisi gitar Base Jam yang sempat ditinggalkan Adnil kemudian diisi oleh Christopher "Coki" Bollemeyer. Cowok lulusan Guitar Institute of Technology, Hollywood ini diangkat menjadi personel tetap Base Jam setelah setahun Coki menjadi additional player.

Coki mulai bergabung di Base Jam pada album kelima Dari Hati (2001) menggantikan posisi Adnil Farsal (Gitar) , tetapi hanya 1 album kemudian juga hengkang dan memutuskan bergabung dengan Netral pada tahun 2002. Posisi Coki kemudian diisi dengan kembalinya Adnil Farsal sang mantan gitaris.

Setelah album kelima rilis setahun kemudian, Base Jam merilis album kompilasi The Best of Base Jam (2002) yang di dalamnya terdapat kumpulan lagu terbaik Base Jam dan ada 2 lagu baru dan sebagai single mereka yaitu Denganmu Tanpamu dan hits single Hujan Tanpa Awan.

Setahun kemudian, Base Jam merilis album keenam berjudul Dua Sisi (2003) yang merupakan album terakhir sebelum Sigit Wardana memilih keluar dan bergabung dengan Nufa Band lalu bersolo karier. Oni Fathoni (Gitar) dan Wally (Drum - drummer Jun Fan Gung Foo) bergabung untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Coki (Gitar) dan BS (Drum) sejak tahun 2002. Bambang Sutanto alias BS memilih keluar karena telah bekerja dalam bidang desain grafis dan kuliner.

Base Jam vakum untuk beberapa tahun lamanya, Adon Saptowo sibuk dengan solo karier untuk album rohaninya, Ardhi "Aris" Isnandar sibuk dengan kuliah, dan personel masing-masing dengan urusan pribadinya, maka pada tahun 2010 Base Jam mulai menyatukan tekad kembali dan bangkit kembali dari mati suri, mereka menamakan diri The New Base Jam dimana personelnya adalah Adon Saptowo (Vocal), Alvin Kurniawan (Finalis AFI) (Vocal), Ardhini "Sita" Citrasari (Bass), Ardi "Aris" Isnandar (Gitar), Oni Fathoni (Gitar) dan Echa Soemantri (Additional Drummer).

Pada tahun 2010 "New Base Jam" mengeluarkan Singlenya yang berjudul Aku Berbeda, Sayang, Percayalah dan 1 lagu berjudul Doamu Ibu sebagai kompilasi soundtrack film layar lebar Indonesia Negeri 5 Menara.

Pada tahun 2015, Base Jam merayakan 21 tahun berkaryanya Base Jam. Dan ini ditandai dengan munculnya album baru mereka yaitu Base Jam Reunion 21 Tahun. Di album ini mereka bereuni dengan 2 anggota lama mereka yaitu Sigit Wardana dan Adnil Farsal. Bambang Sutanto atau BS sebagai mantan drummer Base Jam kali ini hanya berperan sebagai desainer untuk cover dari album ini. 

Album ini berisikan 12 lagu dengan beberapa lagu lama telah diaransemen ulang dan beberapa lagu lama dari album - album terdahulunya dimasukkan lagi di album ini, serta ini menjadi kembalinya Base Jam setelah 12 tahun tidak meluncurkan album baru sejak album Dua Sisi yang dirilis tahun 2003 silam. Album ini kembali didistribusikan oleh label lama mereka, Musica Studios.


Diskografi

Album Studio

  • Bermimpi (1996)
  • 2 (1997)
  • Ti3a (1998)
  • Sinergi Base Jam Emp4t (2000)
  • Dari Hati (2001)
  • Dua Sisi (2003)
  • Album Kompilasi
  • The Best of Base Jam (2002)
  • Base Jam Reunion 21 Tahun (2015)

Single lagu

  • Sayang (2010)
  • Aku Berbeda (2010)
  • Percayalah (2010)
  • Doa Ibu (2012)
  • Cinta Aku Dulu (CAD) (2018)
  • Jalan Kita Berbeda (2019
  • Manisnya Hidup (2020)
  • Kusambut Ramadhan (2021)


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Base_Jam

https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/29/200001810/25-tahun-berkarya-adon-putuskan-hengkang-dari-base-jam

Wayang

Wayang merupakan sebuah grup musik asal Jakarta yang didirikan pada tahun 1995. Nama Wayang diambil dari inisial masing-masing personel yakni Wahyu Adrianto, Ahmad Fauzi, Ramdan Wahyudi, dan Gilang Ariestya.

Album perdana Wayang dikeluarkan oleh BMG Indonesia/Musica Studios sebagai label pengedar pada 1997 dengan titel Damai. Wayang hampir setiap tahun meluncurkan album diantaranya, Dongeng pada 1999, Transisi pada 2000, WYG di 2002, Dari Hati di 2003 yang saat itu masih bernaung di bawah bendera label BMG Indonesia. 

Dan album berikutnya adalah Belum Terlambat di rilis pada pertengahan 2005 di bawah label baru mereka yakni Sony BMG Indonesia atau gabungan dari BMG Indonesia dengan Sony Music Entertainment.

Di pertengahan perjalanan karier bermusiknya, Wayang sempat mengeluarkan album karya-karya terbaik mereka dengan judul, The Best of Wayang pada Juli 2001 dan masih diedarkan BMG Indonesia yang merupakan label satellite dari Musica Studios.

Setelah tahun 2005 hingga 2008, sudah tidak terdengar lagi gaung Wayang di kancah musik Indonesia. Hal ini disebabkan, drummer Wayang, Gilang Ariestya, harus menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung sampai mendapatkan gelar sarjana.

Setelah lebih dari tiga tahun vakum sementara, akhirnya Wayang kembali meramaikan panggung musik tanah air pada tahun 2009. Pada tahun yang sama Wayang menambah personil baru, Ical, untuk mengisi posisi gitar menemani Yudi sang vokalis, mereka merilis album berjudul Perbedaan dibawah naungan label internasional Universal Music Indonesia.

Pada bulan Maret 2011 Ical mundur dari posisi gitaris Wayang, dengan alasan sudah bosan bergabung dengan Wayang lalu dikabarkan mendirikan band baru lalu langsung digantikan oleh gitaris berbakat bernama Syafrie atau yang lebih dikenal Aie.

Setelah 3 tahun kembali tak beraktivitas, di akhir tahun 2014 Wayang kembali meluncurkan sebuah single recycle yang berjudul "Tak Selamanya" dengan aransemen ciamik dibawah naungan label Seven Music Indonesia. 

Pada pertengahan tahun 2015 Wayang kembali mengeluarkan single daur ulang mereka kembali yang berjudul Damai dan masuknya seorang Drummer bernama Ryan yang sebelumnya mengisi Additional Musician Wayang.

Setelah sukses mengeluarkan single Damai Wayang kembali merilis single mereka pada tahun 2015 dengan kembali mendaur ulang lagu mereka yang berjudul Jangan Kau Pergi, dan pada tahun ini Wayang pun kedatangan keyboardis bernama Angga mengisi sebelumnya posisi Wahyu Adrianto, Angga sempat beberapa tahun sebagai Additional Musician dan juga mengisi pada rekaman lagu "Damai".

Tahun 2018 karena kesibukannya, Ryan pun mengundurkan diri dari Wayang. "Keluar masuknya personil ini merupakan sebuah proses.. proses bermusik pastinya. Tapi Wayang adalah keluarga besar, jadi mereka sudah tidak di Wayang tapi tetap masih keluarga besar Wayang." Ujar Bunda Lilik, Sang Manager.

Saat ini Wayang diperkuat oleh Ramdan Wahyudi (Vocal,Guitar), Ahmad Fauzi (Bass), Agung Lingga 'Angga' (Keyboard) dan Syafrie 'Aie' (Guitar). Dengan kekuatan personil saat ini serta kekompakan sang manager bersama WYG Management, Bunda Lilik, diharapkan Wayang tetap dapat menghibur para "Wayangku" serta meramaikan khasanah musik Indonesia.


Diskografi

  • Damai (September 1997)
  • Dongeng (Juli 1999)
  • Transisi (Maret 2000)
  • The Best of (Oktober 2001)
  • WYG (Juni 2002)
  • Dari Hati (November 2003)
  • Belum Terlambat (Juli 2005)
  • Perbedaan (Maret 2008)
  • Greatest Hits (2014)

Single

  • Damai (Oktober 1997)
  • Bayang (Desember 1997)
  • Dimensi (Februari 1998)
  • Dongeng (Juli 1999)
  • Hari Yang Indah (Agustus 1999)
  • Katanya (September 1999)
  • Kecewa (April 2000)
  • Gadis Kecil (Pertengahan Juni 2000)
  • Lupa (Agustus 2000)
  • Guitar (Akhir September 2000)
  • Tirani (November 2000)
  • Beri Aku Cinta (Awal November 2001)
  • Hanya Ada (Januari 2002)
  • Jangan Kau Pergi (Juni 2002)
  • Tak Selamanya (Oktober 2002)
  • Andai Kau Ada (Desember 2002)
  • Maafkanlah (Desember 2003)
  • Yakiniku (April 2004)
  • Angan Dan Khayalan (Juli 2004)
  • Yang Telah Pergi (Akhir Juli 2005)
  • Hanya Kamu (April 2006)
  • Cinta (Juli 2006)
  • Kangen (November 2006)
  • Aku Adalah (Maret 2007)
  • Tersiksa (April 2009)
  • Dongeng "New Version" (Agustus 2009)
  • Mengapa Aku (Januari 2010)
  • Tak Selamanya "New Version" (2014)
  • Damai "New Version" (2015)
  • Jangan Kau Pergi "New Version" (2016)
  • Pasti Bisa (2017)


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_(grup_musik)

https://www.republika.co.id/berita/ozz905284/nostalgia-lagu-wayang-di-the-90s-festival

Wednesday, April 8, 2020

Funk Section


Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis “Funk Section”. Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994) Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik.

Ketika duduk di bangku SMA, Glenn Fredly tidak hanya berkutat dengan buku pelajaran. Tapi juga sibuk nge-band. Glenn memiliki sebuah band ketika ia masih kelas 2 atau 3 SMA. Band pertamanya itu bernama Funk Section.
 
"Jadi, waktu itu mereka dapat kesempatan untuk main di salah satu jazz club di Jakarta lah. Akhirnya, gue di audisi untuk jadi vokalis gitu," kata Glenn.

Funk Section bukan sekadar band iseng-iseng. Glenn Fredly mengatakan mereka sempat merilis sebuah album. Hingga kini, para personel band itu juga masih aktif berkecimpung di industri musik. 

"Karena mereka 'kan session player yang biasa main sama band-band dan musisi terkenal, kayak Mas Mus Mujiono dan lain-lain gitu lah," ucap Glenn.

FUNK SECTION adalah group yang pada awalnya dikomandoi oleh CHRIST KAYHATU. Selepas wafatnya Christ Kayhatu, group ini mencoba tetap eksis, bahkan berhasil merilis album, satu hal yang belum sempat dilakukan ketika Chrst Kayhatu masih hidup.

Formasi Funk Section di album ini adalah MUS MUJIONO (Gitar), YANCE MANUSAMA (Bass), INANG NOORSAID (Drums), EKKA BAKTI (Keyboards), IRFAN CHASMALA (Keyboards) dan GLENN FREDLY (Vocal).

Glenn waktu itu masih pendatang baru yang belum dikenal. Tapi keunikan suaranya menjadi selling point album ini, sehingga lagu DI PANTAI CINTA dan TERPESONA langsung menjadi radio hits. Sukses album ini memang menjadi langkah awal seorang Glenn Fredly, karena kemudian karirnya mengkilap sebagai penyanyi solo.

Dan ini tidak begitu saja dilupakan Glenn, buktinya dia merilis ulang lagu TERPESONA di album solonya, dalam versi duet bersama AUDY. Sayangnya, sukses Glenn tidak berimbas pada sukses Funk Section. Setelah album ini belum ada lagi album dari Funk Section.

Track List

1. TERPESONA
Ekka Bakti & Angelique
2. KU MAU
Iwang Noorsaid & Sam Bobo
3. DI PANTAI CINTA
Ongen Latuihamallo
4. YANG PERTAMA
Yance Manusama & Jossie Hitijahubessy
5. SESAL
Yance Manusama & Jossie Hitijahubessy
6. UNTUK APA
Iwang Noorsaid & Jossie Hitijahubessy
7. SOME STRANGERS
Henry Restoe Poetra & Dhany Riyadi
8. HANYA KAMU
Indra Lesmana

Pada tahun 1995, Mus Mujiono bersama Glenn Fredly (vokal), Inang Masalo (drum), Yance Manusama (bass), Eka Bhakti (kibor) dan Irvan Chesmala (kibor), berdirilah Funk Section, dengan Nono pada gitar. Mereka membuat album perdana bertajuk "Terpesona". Album ini tidak sukses, begitu juga dengan keberadaan band.

Sukses bersolo karier tak membuat Glenn Fredly lalu menutup mata terhadap masa lalu pada awal-awal kemunculannya bersama teman-teman di bandnya, Funk Section. Konser 'Menanti Arah' ini seolah menjadi salah satu ajang untuk reuni. Untuk pertama kalinya setelah dua dekade mereka kembali tampil.

"Perjalanan 20 tahun buat saya nggak pernah terpikirkan. Sejak awal saya berkarya saya cuma pikir gimana melakukannya dari 1995. Hampir 20 tahun kami tidak bertemu," ujar Glenn malam itu di panggung Istora Senayan, Jakarta (17/10/2015).

Orang-orang ini sangat berarti karena seperti pijakan, mereka tempat Glenn mulai dikenal orang. "20 tahun lalu saya masih pakai putih abu. Malam hari ini untuk pertama kalinya bersama band saya Funk Section mereka adalah orang-orang berpengaruh untuk musik saya," kata Glenn lagi.

Glenn memanggil satu demi satu personelnya, Eka Bakti, Ivan Casmala, Kinang, Yance, dan Mus Mujiono. Eka dan Ivan adalah pemain keyboard. Kinang pemain drum sedangkan Mus Mujiono adalah pemain gitar dan salah satu yang membuat band ini ada.

"Give applause. Eka Bakti adalah penulis lagu terpesona. Saya paling bontot di sini tapi mereka tempat saya bercerita dan menanyakan semuanya. Termasuk ini gadis cantik atau nggak saya tanya dia juga," cerita Glenn.

Mereka memainkan Pantai Cinta dan Terpesona dalam iringan dan aransemen asli. Para pria ini seperti dihidupkan kembali setelah 20 tahun silam. "Lagu ini dibawakan lagi setelah 20 tahun yang lalu terima kasih pak produser funk section pak Anton Setianto," ucap Glenn senang.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Glenn_Fredly
https://id.wikipedia.org/wiki/Mus_Mujiono
https://kumparan.com/kumparanhits/glenn-fredly-ingin-hidupkan-kembali-funk-section-bandnya-saat-sma-1rUrZdX77JX
https://www.liputan6.com/showbiz/read/2343039/ketika-glenn-fredly-reuni-bareng-funk-section-setelah-20-tahun

Monday, March 16, 2020

Jingga

Jingga Band merupakan grup band atau grup musik lawas asal Indonesia yang terbentuk pada tahun 1995 dan hanya bertahan 2 tahun saja, dimana di tahun 1997 Jingga Band resmi bubar.

Sementara itu personel band ini hanya diisi oleh 2 orang saja yaitu Fe dan Therry.

Album pertama mereka berhasil dirilis di tahun 1996 yang berjudul "Tentang Aku" yang berisikan 9 lagu dengan lagu utamanya berjudul "Tentang Aku". Album ini diproduksi di bawah label musik Ceepee Production.

Album Jingga Band “Tentang Aku”
Kuterhempas
Tentang Aku
Puisi Malam
Dan Hijau...
Aku Dalam Manusia
How We Should
Aku, Hari Ini
Dalam Doa
Terakhir


One hit wonder, mungkin kata yang tepat untuk melukiskan duo FE dan THERRY dalam JINGGA ini. Kehadiran mereka lumayan mengejutkan karena membawa kesegaran baru. Suara Fe yang khas terasa pas membawakan lagu-lagu seperti TENTANG AKU, DALAM DOA atau KUTERHEMPAS, sehingga lagu-lagu itupun jadi akrab dan sering terdengar diputar di berbagai radio.

Seharusnya langkah mereka bisa panjang mengingat kesuksesan album pertama dan satu-satunya ini, tapi sayang langkah mereka terhenti sampai disini. Padahal lagu TENTANG AKU masuk dalam katagori all time hits, bahkan terakhir sempat dirilis ulang oleh ANDIEN dan lumayan sukses.



TENTANG AKU

Mungkin hanya jiwa yang tak terjaga jua
Dalam doa
Hingga khilaf menyentuh terasa bergetar
Ku berlalu
Saat terasa waktu t'lah hilang
ku terdiam, oh...
Saat hanya gundah yang bertentangan
ku bernyanyi

Cinta, cita, harapan
Dan kuterbawa dalam kisah yang lama
Cinta, cita, harapan
Dan kuterbawa dalam kisah lama

Amarah yang tak terucapkan jiwa
Tak terungkap
Walau diri t'lah terbelenggu hasrat
Yang bernyanyi


Akun instagram Fe : instagram.com/feutomo


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Jingga_(grup_musik)
http://awalberdirinyaband.blogspot.com/2016/04/sejarah-awal-berdirinya-jingga-band.html
http://indolawas.blogspot.com/2007/10/jingga-tentang-aku.html

Friday, November 15, 2019

Lingua


Grup vokal Lingua terdiri dari vokal Amara, Frans Mohede, dan Arie ternyata belum bubar. Grup ini berdiri pada 1996 atas bentukan Yovie Widianto. Lagu yang dikenal pada adalah "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", "Tak'kan Habis Cintaku", "Aku", dan "Bintang".

Album pertama mereka "Bila Kuingat" dirilis pada tahun yang sama. Tapi grup vokal trio Lingua ini mengalami penurunan pada awal tahun 2000, karena peristiwa krisis keuangan Asia tahun 1997-1998. Meskipun album mereka "Aku", yang keluar pada tahun 1999, tetap mencapai angka penjualan yang baik.

Pada akhir 2014, Francois mengatakan bahwa dengan permintaan dari penggemar, dengan Mara ia akan mempertimbangkan kembali ke dunia musik. Dan pada bulan Oktober 2015, Arie, Frans dan Mara menegaskan penciptaan album baru dari band Lingua di jaringan sosial. Bekerja sama dengan personil dari boyband Coboy, Keduanya grup hadir menciptakan kolaborasi baru dengan nama Colabo. Pada bulan Desember 2015, Colabo merilis album berjudul Good Time.

Personel Lingua adalah sebagai berikut:
Frans bernama lengkap Francois Henry Willem Mohede.
Amara bernama lengkap Tuwuhadijatitesih Amaranggana.
Arie Widiawan.


Sumber :
https://celebrity.okezone.com/read/2012/10/16/386/704987/grup-vokal-lingua-masih-ada
https://id.wikipedia.org/wiki/Frans_Mohede
https://id.wikipedia.org/wiki/Amara

Tuesday, May 14, 2019

Peterpan


Peterpan dibentuk pada tahun 1997, awalnya bernama Topi ketika Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal.

Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama).

Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O’Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll.

Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, “Sahabat”, “Mimpi Yang Sempurna”, dan “Taman Langit”, terpilih lagu “Mimpi Yang Sempurna” untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album peterpan. Akhirnya debut album peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak disangka, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.

Pada Agustus 2004, Peterpan merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga. Album itu telah terjual 350.000 kopi dalam waktu 2 minggu setelah rilis dan pada awal Januari 2005 telah mencapai 1,7 juta kopi. Pada Februari 2005, penjualan album ini mencapai 2 juta kopi. Dan menurut catatan, album ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi.

Di awal tahun 2005, Peterpan meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Februari 2005 di Bangkok. Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, Peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu “Ada Apa Denganmu”. Dari 11 nominasi itu, Peterpan mendapat 7 penghargaan, antara lain untuk “band terbaik”, “album terbaik”, “grafis desain album terbaik” dan “karya produksi terbaik”, karena album Bintang di Surga. Pada ajang SCTV Music Awards 2005, Peterpan mendapat penghargaan di kategori “Album Pop Group Ngetop”‘ dan “Lagu Paling Ngetop”.

Di tahun 2005, Peterpan kembali merilis 2 album yaitu : VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan pemecahan rekor konser selama 24 jam di 6 kota, dan album jalur suara film Alexandria.

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans. Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara.

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama “Peterpan”. Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya. Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan ‘taring’nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara “Song Festival” di Korea Selatan. Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.

Setelah diguncang oleh perpecahan di antara para personilnya, band ini sekali lagi ditimpa musibah, yaitu dengan munculnya kasus video adegan mesum seseorang yang mirip Ariel Peterpan. Kasus ini mengakibatkan ditangkapnya Ariel pada tanggal 22 Juni 2010. Namun kasus ini tidak menyurutkan semangat penggemar Peterpan. Dan untuk menjawab kerinduan penggemar mereka, Ariel dan kawan-kawan beberapa kali mengadakan pertunjukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Album studio

Kisah 2002 Malam (2002)
Taman Langit (2003)
Bintang di Surga (2004)
Ost. Alexandria (2005)
Hari yang Cerah (2007)
Sebuah Nama Sebuah Cerita (2008)


Sumber :
https://www.biografiku.com/biografi-peterpan-sebuah-nama-sebua/

Friday, January 25, 2019

Elpamas

Elpamas adalah grup band yang berasal dari daerah Pandaan, sebuah kota kecil yag terletak 38 km dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Awalnya nama Elpamas merupakan singkatan dari "Elektronik Payung Mas", nama sebuah toko elektronik milik Anthony Depamas yang menyuplai peralatan band untuk para personel Elpamas.


Namun, kemudian kepanjangan nama Elpamas diplesetkan ke dalam bahasa Jawa, yaitu Elek-elek Pandan Mas, dengan formasi awat yang terdiri dari: Edi Darome (keyboard), Didiek Sucahyo (bas), Rush Tato (drum), Emanuel Totok Tewel (gitar), dan dua vokalisnya yaitu, Abdullah Owi dan Alexander Lamoh.

Sebagai grup musik dangdut yang beralih ke aliran rock, Elpamas terkenal sering berganti vokalis. Kurang lebih ada 9 kali pergantian yang mencatut nama-nama antara lain seperti Giponk, Dollah Gowie, Baruna "Babon" Priyotomo, Ecky Lamoh dan Putut Christams. Bahkan, Andy Liany sempat pula bergabung walaupun tidak sempat masuk dapur rekaman.

Pada tahun 1985, Elpamas menjuarai "Festival Rock" di Indonesia yang diprakarsai oleh Log Zhelebour. Dari situlah nama mereka mulai dikenal oleh masyarakat luas.


Lagu “Pak Tua” seolah menjadi lagu wajib pada awal 1990-an, yang merupakan salah satu lagu dalam album Tato yang diluncurkan Elpamas pada 1991. Lagu yang diciptakan Pitat Haeng meledak, enak didengar dan sarat kritik. Pitat Haeng merupakan nama samaran Virgiawan Listanto ‘alias’ Iwan Fals. Iwan sengaja menyamarkan namanya agar lagu itu tak dalam bayang-bayang nama Iwan Fals.

Perjalanan karier Elpamas berliku dan menantang. Dibutuhkan kerja keras untuk mengikuti Festival Rock Indonesia 1984. Awalnya Elpamas sempat ditolak panitia karena berasal dari kota kecil Pandaan dianggap tak mampu mengikuti festival. Namun atas kegigihan manajer Elpamas Anthony berhasil meyakinkan panitia, Elpamas akhirnya bersaing sebagai peserta Festival Rock Indonesia 1984.

Hasilnya Elpamas Juara III di bawah Harley Angel dan LCC.  Lantas Elpamas mengikuti tour bareng promotor rock Log Zelebour.

Elpamas mengoleksi lima album. Pertama Untukmu Generasiku (1989), Tato (1991), Bos-Makan Apa? (1993), Negeriku (1997), Dongeng (2000), dan 60Km/Jam (2003). Sepanjang bermusik Elpamas sering berganti vokalis. Namun Elpamas menunjukkan eksistensi sebagai salah satu grup rock papan atas Indonesia.

MMI mengapresiasi Elpamas yang lahir dari sebuah kota kecil. Band ini menginspirasi musisi dari kota kecil untuk berkiprah dan berkarya di dunia music. “Kota kecil, tepatnya kecamatan Pandaan tetapi mampu mengibarkan bendera di tingkat nasional,” kata Ketua MMI, Hengki Herwanto.

Sebuah Album karya Elpamas tersimpan di MMI. Termasuk lagu Pak Tua yang legendaris akan disajikan dalam konser ini. Sedangkan penampilan Evolution-X dan Black Stallion juga merupakan apresiasi MMI terhadap band lokal.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Elpamas
https://www.terakota.id/konser-pak-tua-temu-kangen-dan-reuni-elpamas-formasi-1984/

Related Posts