Saturday, December 9, 2017

EdanE


Band EdanE berasal dari kata E dan E yang merupakan singkatan nama Eet Sjahranie dan Ecky Lamoh. EdanE terbentuk tahun 1991, yang terdiri dari Eet Sjahranie (gitar), Ecky Lamoh (vokal), Iwan Xaverius (bass), dan Fajar Satriatama (drum).

Setelah album pertama, "The Beast" (1992), Ecky diganti dengan Heri Batara (Ucok) yang menelurkan 2 album Edane, "Jabrik" dan "Borneo". Lalu Heri Batara sakit dan digantikan oleh "Fatah Mardiko" untuk beberapa lagu dalam album Borneo.

Setelah dua album posisi Heri Batara diambil alih oleh Trison Manurung, mantan vokalis band Roxx. Kemudian EdanE meluncurkan album “170 volts” pada tahun 2002,  unsur lead melodi sebagai ciri khas lagu-lagu EdanE oleh Eet Syahranie sedikit ditinggalkan dan lebih cenderung menonjolkan ciri permainan modern rock yang lagi tren pada saat itu, dengan hitsnya “Kau Pikir Kau Segalanya” berhasil merebut hati pendengar musik di Indonesia.

Tahun 2003, EdanE kembali mengalami pergantian vokalis Trison diganti dengan mantan anggota Razzle Band yaitu Robby Matulandi.

Album EdanE adalah :

The Beast (1992)
Jabrik (1994)
Borneo (1996)

170 Volts (2002)
01. Zep 170 Volts
02. Kau Pikir Kau Lah Segalanya
03. Saksi Anarki
04. Lusadiz
05. Hilang
06. Bus Station
07. Fitnah
08. Lari II
09. Bintang Masa Depan
10. Goblog
11. Kau Kugenggam
12. Paraelite

Time to Rock (2005)
Edan (2010)


Kau Pikir Kau Lah Segalanya

Seharusnya kau berada di sisiku
Mengusir sepi yang menyelimutiku
Di sabtu malam janjimu
Tak sabar kumenunggu
Walau kesal hatiku
But it's ok!

Kucoba memberikan toleransiku
Bikin resah, buyarkan konsentrasiku
Apakah engkau merasa
Aku bukan manusia
Yang tak luput dari rasa amarah

Kuakui, kau memang manis
Tapi kau iblis
Kau pikir kaulah segalanya
Tuk dimaklumi
Ga juga
Tuk ditakuti
Walau mempesona
Membutakan mata
Tapi bisa kubalas kau lebih gila (edan)

Waktu menunjukkan jam sepuluh malam
Suasana kurasakan begitu kelam
Firasatku mengatakan
Tak mungkin engkau datang
Tak seperti yang telah kau janjikan


Sumber :
http://id.musisi.wikia.com/wiki/EdanE
http://fandy-x.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-edane-band.html
http://roden-edane.blogspot.co.id/

Sunday, November 5, 2017

Tato Band

Tato merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang berdomisli di Jember. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Dikdik (vokal), Toto (gitar), Za-q (bass), Edwin (keyboard), dan Lhoz't (drum).

Album pertamanya ialah Satu Senyum Saja dirilis pada tahun 1996. Band ini umumnya bergenre rock. Album 1 Tato (Satu senyum saja) beranggotakan Toto (guitar), Tatang (drummer), Didi (vocal), Wahyu (bas), Otong (keyboard).

Pada album ke 2 Tato yang bertajuk Nyanyian Kita dengan lagu andalan Cintai aku, dengan anggota yang masih yang masih tetap. Dan pada tahun 2008 Tato meluncurkan album ke 3 yang bertajuk Karena Sahabat dengan beranggotakan Toto (guitar), lhozt (Drum), zaki (bas), keyboard dan vocal additional.

Tato demikianlah nama ini dipilih untuk nama band mereka, sekumpulan anak – anak muda dari Jember, Jawa Timur. Yang mencoba keberuntungan untuk menjadi band terkemuka dijajaran musil tanah air pada saat itu.

Terinspirasi pada perjalanan menuju ibukota, disepanjang pantai utara pulau Jawa, banyak sekali supir – supir truck dengan tattoo menghiasi tubuhnya. Mereka beranggapan bahwa tatoo memiliki nilai keabadian. Dan secara filosofis mereka pun ingin mempunyai sebuah band yang abadi, yang akan selalu di kenang, maka dipilihlah nama band mereka dengan nama TATO.

Secara resmi TATO berdiri pada tahun 1994, embrio awalnya di kota Jember, sempat bergabung dengan Anang Hermansyah dalam group Morganster. Setelah ditinggal Anang ke Jakarta, mereka berevolusi dari JRS (Jember Rock Section) dan kemudian menjadi TATO.


Jajaran televisi nasional dan radio – radio di seluruh Nusantara pada saat itu, semuanya memutar lagu yang konon sangat fenomenal, karena dari kalangan anak – anak, remaja, maupun dewasa hafal dengan lagu dari TATO yang berjudul ” Satu Senyum Saja ” yang terjadi pada tahun 1996.

Satu Senyum Saja
Tato

   Masih adakah waktu tersisa kasih
Temani diriku dimalam gelap ini
Biarkanlah jangan dengar mereka
Salahkan dirimu mencintaiku ..

Manisnya kata cinta darimu
Sinari hati ini kekasih
Sampai kapan kita begini

Reff:
Jangan kau bersedih usah kau menangis
Berikanlah aku satu senyum saja
Lupakanlah semua problema yang ada
Berikanlah aku satu senyum saja


Angka 350.000 copy adalah sangat fantastis bagi band baru apalagi dari daerah, untuk penjualan album pertama. Dan TATO telah membuktikannya.

Tahun berikutnya TATO kembali sukses dengan album keduanya, lagu ” Cintailah Aku ” juga merajai tangga – tangga lagu nasional, bersaing dengan munculnya Dewa 19 yang pada saat itu muncul dengan lagu hits nya ” Kangen “.

Setelah terjadi krisis ekonomi global, dan krisis politik pada tahum 1998, rencana TATO merilis album ketiganya berantakan. Masing – masing personel kembali ke kampung halaman di kota Jember.

Setelah berselang satu decade, kemauan dan motivasi yang sangat tinggi dari segenap personil TATO yang masih bertahan, munculkan upaya untuk mulai kembali berkiprahkembali dijajaran musik nasional.

Dengan bergabungnya tiga personil baru yaitu, Okkie ( vocal ),  Zakie ( bass ), dan Lhoz’t  ( drum ), serta Toto ( gitar ) yang merupakan satu – satunya personil TATO yang masih bertahan. TATO mencoba menawarkan konsep musik yang sedikit berbeda.

Dan pada saat ini dibawah naungan Mi2 Music Production, TATO berganti menjadi TATOO, dan bersiap kembali meluncurkan album ketiga yang bertajuk ” Karena Sahabat “.

” Karena Sahabat “lah TATOO mampu bangkit kembali setelah sekian lama vakum,   ” Karena Sahabat “lah TATOO termotivasi untuk kembali melaju di papan atas jajaran musik Indonesia.
” Karena Sahabat “lah TATOO tetap pada pendirian untuk tetap menjadi yang terbaik.

Instagram

Youtube
https://www.youtube.com/@tatobandofficial3725


Sumber :
https://www.facebook.com/notes/komunitas-gitaris-jember/5-musisi-dan-seniman-asal-jember/505771796158405/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tato_(grup_musik)
http://infotatoo.wordpress.com/
https://www.kompasiana.com/masekowongndeso2803/62c53d17fb846877554ed724/tato-band-sang-legenda-bersiap-come-back

Saturday, July 22, 2017

Linkin Park

Nama band "Linkin Park" diambil dari inspirasi sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Linkin Park beraliran nu metal dan rock alternatif. Sebelum bernama Linkin Park mereka menggunakan nama band Xero, Hybrid Theory.

Awal mulanya Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) membentuk band bernama Xero. Dari Brad kemudian masuk Rob Bourdon (drummer Linkin Park) untuk bergabung dengan Xero. Lalu Brad mengajak teman sekamarnya Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) untuk bergabung. Mike kemudian bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park) yang juga bergabung bersama Xero.

Saat band ini menggunakan nama band Hybrid Theory, mereka bervokaliskan Mark Wakefield yang kemudian keluar menjadi manajer grup band Taproot. Kemudian vokalis Linkin Park berganti ke Chester Bennington yang merupakan mantan vokalis Grey Daze.

Ternyata nama band Xero sudah dipakai grup lain, sehingga mereka mengganti nama menjadi Hybrid Theory.

Awalnya Hybrid Theory ditolak 3 kali oleh pihak studio, namun akhirnya Hybrid Theory berhasil diterima oleh sebuah perusahaan rekaman bernama Warner Bros.

Saat memakai nama Hybrid Theory, ternyata mereka baru sadar bahwa nama tersebut mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Akhirnya mereka mengganti nama menjadi 0818. Namun tidak berapa lama akhirnya mereka memilih nama Lincoln Park, nama sebuah taman di Los Angeles. Namun oleh Chester ejaan Lincoln Park diubah menjadi Linkin Park.


Linkin Park telah merilis 6 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, Minutes to Midnight, A Thousand Suns, Living Things, The Hunting Party dan One More Light. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping


Hybrid Theory dan Reanimation (2000–2002)
Linkin Park meluncurkan Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000. Single yang meledak dari album Hybrid Theory adalah One Step Closer, Crawling dan In the End.

Kesuksesan album Hybrid Theory yang terjual 15 juta keping, akhirnya Linkin Park merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation, yang juga sukses di pasar dengan penjualan 10 juta kopi.


Meteora (2002–2004)
Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album Meteora. Singel yang meledak adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.

Beberapa lagu hits dari Linkin Park adalah diantaranya sebagai berikut :

In The End
Lagu hits dari Linkin Park ini merupakan single keempat dari album pertama mereka, Hybrid Theory. In The End juga disebut sebagai single tersukses dari album pertama Linkin Park ini karena mencetak rekor dengan bertengger di puncak tangga lagu di Amerika Serikat.

Crawling
Crawling adalah salah satu lagu paling fenomenal dari Linkin Park. Lagu ini merupakan bagian dari album pertama mereka, Hybrid Theory. Crawling juga berhasil membuat Linkin Park memperoleh penghargaan bergengsi dari Grammy Awards dari kategori Best Hard Rock Performance pada tahun 2002.

Numb
Lagu ini bagian dari album kedua Linkin Park Meteora pada yang dirilis pada tahun 2003 lalu yang sangat sukses karena terjual hingga 11 juta kopi.

Somewhere I Belong
Somewhere I Belong dirilis pada tahun 2003 dan termasuk ke album kedua Linkin Park, Meteora. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu paling populer dari album tersebut. Musik videonya pun juga sangat menarik hingga berhasil menang di MTV Video Music Awards tahun 2003 dari kategori Video Rock Terbaik.

What I've Done
What I've Done dirilis pada tahun 2007 lalu dan bagian dari album Minutes to Midnight. Lagu ini sangat ngehits karena juga menjadi original soundtrack dari dari film populer Transformers. Video musik lagu ini pun sarat akan pesan mengenai pemanasan global, terorisme, narkoba hingga peperangan.

Faint
Album kedua Linkin Park, Meteora memang berhasil mencetak banyak lagu hits yang salah satunya adalah Faint. Lagu yang satu ini memang mengusung musik khas dari Linkin Park sehingga banyak fans yang tak bisa melupakan lagu ini begitu saja meskipun sudah lebih dari 10 tahun dirilis.

Breaking the Habit
Breaking the Habit juga menjadi salah satu lagu Linkin Park yang paling populer dari album Meteora. Lagu ini juga menunjukkan kesuksesannya dengan menjadi nominasi Kerrang Awards untuk single terbaik. Selain itu, musik video dari Breaking the Habit juga berhasil menang dalam MTV Video Music Awards tahun 2004 dari kategori Viewer's Choice.

New Divide
Salah satu lagu paling populer dari Linkin Park adalah New Divide. Namun, lagu ini tidak termasuk ke dalam album Linkin Park karena lagu ini direkam khusus untuk dijadikan soundtrack dari film Transformers: Revenge of the Fallen yang dirilis pada tahun 2009 lalu. Lagu itu juga menjadi lagu Linkin Park yang paling banyak mendapatkan kritik baik dari para kritikus. Selain itu, New Divide juga sangat sukses karena berhasil mencapai posisi 6 di Billboard Hot 100.




"In The End"

[Chester Bennington:]
It starts with one...
[Mike Shinoda:]
One thing I don't know why
It doesn't even matter how hard you try
Keep that in mind, I designed this rhyme
To explain in due time

[Chester Bennington:]
All I know
[Mike Shinoda:]
Time is a valuable thing
Watch it fly by as the pendulum swings
Watch it count down to the end of the day
The clock ticks life away

[Chester Bennington:]
It's so unreal
[Mike Shinoda:]
Didn't look out below
Watch the time go right out the window
Trying to hold on did-didn't even know
I wasted it all just to watch you go

I kept everything inside and even though I tried, it all fell apart
What it meant to me will eventually be a memory of a time when I tried so hard

[Chester Bennington:]
I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn't even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn't even matter

[Mike Shinoda:]
One thing, I don't know why
It doesn't even matter how hard you try
Keep that in mind, I designed this rhyme
To remind myself how I tried so hard

[Chester Bennington:]
I tried so hard
[Mike Shinoda (Chester Bennington):]
In spite of the way you were mocking me
Acting like I was part of your property
Remembering all the times you fought with me
I'm surprised it got so far
[Chester Bennington:]
Far

[Mike Shinoda (Chester Bennington):]
Things aren't the way they were before
You wouldn't even recognize me anymore
Not that you knew me back then
But it all comes back to me in the end
[Chester Bennington:]
In the end

You kept everything inside and even though I tried, it all fell apart
What it meant to me will eventually be a memory of a time when I tried so hard

[Chester Bennington:]
I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn't even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn't even matter

[2x]
I've put my trust in you
Pushed as far as I can go
For all this
There's only one thing you should know

I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn't even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn't even matter


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Linkin_Park
https://noxiouswheel.wordpress.com/sejarah-band-linkin-park/
http://www.azlyrics.com/lyrics/linkinpark/intheend.html
http://www.teen.co.id/read/5568/ini-8-lagu-linkin-park-yang-populer-dan-nggak-asing-lagi-di-kalangan-anak-90-an

Thursday, April 21, 2016

ALV


ALV band terdiri atas Nugie Nugraha (Vocal), Alex Kuple (Bass), Nito SFB (Guitar), Joe Sampouw (Guitar), Gerry Herb (Drums), & Hendy HS (Keyboards). Nugie dan teman-teman bandnya telah lama berkenalan sejak ia masih menjadi penyiar di radio Suara Kejayaan di Jakarta.

November 2001, album perdana bertitel ALV dirilis dengan mengandalkan lagu Yang Tak Kasatmata. Album ini tidak begitu sukses di pasar, meski tidak gagal total.

Hit Single : Tak Kasat Mata.

Parapap
Teman Jangan Diam
Tak Kasat Mata
Seperti Rerumputan
Jika Boleh
Shalimar
Senyummu Lulu
Lebah
Saudara (Satu Untuk Selamanya)

Tahun 2003 ALV mencoba lagi dengan merilis album kedua bertajuk Senyawa Hati. Salah satu single dalam album ini adalah Terancam Punah. Seperti judul single mereka di album kedua, akhirnya grup band ini memutuskan bubar pada 2 Juni 2003.


TAK KASAT MATA

bayangkan bila kau sebagai
yang tak kasat mata
tak dapat disentuh
walau kau bisa menyentuhnya

tak dapat dirasa
walau seluruh ragamu disana
dapat kau menjaganya
tanpa harus mengurungnya

bayangkan bila kau sebagai
yang tak kasat mata
abu yang beterbangan
tak dapat melukaimu

panasnya surya
bahkan membuatmu terbuai dan berlagu
dan kau dapat menyusupi
rongga jiwa yang kosong

reff: hidupmu akan terisi dengan ajaran-ajaran
melihat, mendengar dan merasakan adanya
yang terlantun dalam setiap nafas hidup manusia

Sebagai penyanyi, Nugie selain sebagai pentolan ALV juga menjadi penyanyi solo, dengan album sebagai berikut :
1995 : Nugie "Bumi" 
1996 : Nugie "Air" 
1998 : Nugie "Udara" 

Nugie merilis album trilogi pertamanya pada 1995, yaitu Bumi. Kemudian dilanjutkan dengan Air pada 1996, dan Udara (1998). Hit dalam album-album tersebut antara lain Tertipu, Putri, Teman Baik, Burung Gereja, Crayon, dan Pembuat Teh. Trilogi seri II dirilis pada 2004 dengan album bertajuk Bahagia. Single pertama dalam album ini adalah Bisa Lebih Bahagia.

Nugie atau Agustinus Gusti Nugroho merupakan adik kandung penyanyi Katon Bagaskara dan Andre Manika. Keinginan Nugie berkarier di dunia musik sempat mendapat tentangan dari sang ayah, A.R. Djuano. Ayahnya mengharapkan Nugie menyelesaikan kuliahnya.

Meskipun akhirnya Nugie berhasil mendapatkan gelar sarjana dari FISIP UI, tak urung keasyikannya bermusik sempat membuat kuliahnya keteteran. Dengan dukungan sang kakak, Katon Bagaskara, Nugie terus bermusik. Katon mengizinkan Nugie menggunakan studionya. Dan sang kakak pun menjadi produser rekamannya.

Selain aktif di dunia hiburan, Nugie aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan. Hal itu tecermin dari lagu-lagu ciptaannya yang banyak bercerita tentang lingkungan dan makhluk hidup, seperti Burung Gereja dan Pembuat Teh. Atas partisipasinya, WWF dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengangkat Nugie menjadi salah satu duta mereka.


Sumber :
https://www.facebook.com/ALV-68548838004/info/?tab=page_info
http://www.last.fm/music/ALV
https://id.wikipedia.org/wiki/Nugie
http://www.ennymamito.com/2013/08/nugie-alv-band.html
http://rindu-musik-indonesia.blogspot.co.id/2012/03/alv-band-self-title-2000.html

Thursday, October 29, 2015

Arwana


Arwana adalah selain sebagai sebuah nama ikan yang menjadi ciri khas provinsi ini yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi juga ternyata adalah sebuah nama Group Band yang digawangi oleh Hendri Lamiri (biola), Delsy Ramadhan (keyboard), Yan Machmud (vocal/gitar), Yudie Yanis Chaniago (drum), Wansyah Fadli (gitar) dan Endro Lelono (bass) yang hingga pada tahun 1999 tetap pada formasi seperti tersebut diatas.

Band ini merupakan band kebanggaan masyarakat kota Pontianak, atau Kalimantan Barat secara keseluruhannya, dan merupakan band pertama yang berasal dari Provinsi ini yang mencoba menembus industri musik Indonesia. Sebelum menggunakan nama Arwana, band ini menggunakan nama "Nacle" sebagai nama band mereka.

Melalui album pertama mereka yang berjudul "ASA" ( Sony Music Indonesia, 1997 ) dengan berisikan lagu lagu seperti Nadi Khatulistiwa, Jakarta, Lamunanku, Tolonglah, Hello(Apa kabar), Kembalilah, Hati Yang Tertingal, KembangKamponk, Pucuk Dicinta, Patah Dan Tumbuh Hilang Berganti, Asa (Sendiri), Atas Nama Cinta, Jatuh Cintakah Aku Lagi, dan Kapuas membawa nama band ini meroket di Kalimantan Barat. Album perdana Arwana ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, terjual lebih dari 400.000 copy dan Arwana merupakan artis pertama dari Sony Music Indonesia yang juga berdiri pada tahun1997.

Album kedua Arwana berjudul "NADI KHATULISTIWA, dan berhasil menyabet berbagai nominasi di berbagai ajang penghargaan musik di dalam negeri maupun tingkat asia tenggara. Beberapa tahun ARWANA sempat absen dari musik, hingga padatahun 2004 Arwana memutuskan untuk membuat album indie khusus Kalimantan Barat yang berjudul Kapuas dengan single hits PTHB (Patah Tumbuh Hilang Berganti). Arwana sebagai produser dan sekaligus publisher untuk album indie ini. Album indie ini khusus dipersembahkan buat penggemar ARWANA di Kalimantan Barat.

Setelah itu pada Tahun 2010 Tiga dari personil Arwana yakni Hendri Lamiri, Yan Machmud dan Yudi Chaniago kembali membangkitkan nama Arwana dengan nama "Arwana Return" dan menelurkan sebuah album dengan judul "Jangan Pergi" yang juga merupakan judul single hits di album ini. Arwana, memang merupakan sebuah band yang dicintai di Pontianak maupun Kalimantan Barat dan juga sebagai panutan musisi-musisi lokal Kalimantan Barat. Berkat Kiprah dan perjalanan Arwana serta kualitas dan totalitas personil Arwana di belantika musik Indonesia, Arwana selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat Kalimantan Barat maupun masyarakat Indonesia, terutama bagi saya sendiri.

Lagu-lagu dari Arwana tak pernah lekang oleh waktu, dan tak bosan untuk selalu didengarkan, tidak seperti band-band yang banyak bermunculan saat ini, yang hanya sebentar saja enak didengarnya, kemudian ada saat-saat pasti sudah jenuh untuk mendengarkannya. Ayo Arwana "Jangan Pergi" dari belantika musik Indonesia, tunjukan karya-karya terbaik yang bisa kalian persembahkan bagi pencinta Arwana, terutama pecinta Arwana di Kalimantan Barat.

Hendri Lamiri (Biola), Yudie Chaniago, dan Yan Machmud berkumpul untuk membuat group band dengan nama X-Bart. Mereka adalah musisi-musisi kafe yang berasal dari Kalimantan Barat (Pontianak).

Rasa persatuan daerah ini menjadikan mereka serius untuk menekuni dunia music dengan mencari musisi-musisi dari Pontianak. Akhirnya terbentuk formasi lengkap dalam group band X-Bart dengan personil Yudie Chaniago (vocal & drum), Hendri Lamiri (vocal & violin), Yan Machmud (lead vocal & acoustic), Wansyah Fadli (vocal & guitar), Delsi (keyboard) dan Nono (bass).

X-Bart membawakan lagu-lagu Top 40 dan manggung dari kafe ke kafe di Jakarta dan pertama kali manggung di News Cafe Pada tahun 1995, X-Bart berganti nama menjadi Nacle Band. Konsep musik masih sama yaitu membawakan Top 40 dari kafe ke kafe. Dukungan terhadap musisi-musisi ini sangat kuat di kalangan musisi senior Indonesia saat itu.

Banyak musisi-musisi senior mendorong Nacle Band untuk masuk ke dapur rekaman. Akhirnya pada tahun 1996, Nacle Band mambuat master 10 lagu dan rekaman di GIN Studio (tempat ngumpulnya musisi-musisi tertama). Proses rekaman banyak dibantu oleh musisi-musisi senior seperti Billy J. Budiarjo, Dian Pramana Putra dan sebagainya.

Pada tahun 1994, Yudie Chaniago, Hendri Lamiri dan Yan Machmud berkumpul untuk mambuat group band dengan nama X-Bart. Mereka adalah musisi-musisi kafe yang berasal dari Kalimantan Barat (Pontianak). Rasa persatuan daerah ini menjadikan mereka serius untuk menekuni dunia music dengan mencari musisi-musisi dari Pontianak. Akhirnya terbentuk formasi lengkap dalam group band X-Bart dengan personil Yudie Chaniago (vocal & drum), Hendri Lamiri (vocal & violin), Yan Machmud (lead vocal & acoustic), Wansyah Fadli (vocal & guitar), Delsi (keyboard) dan Nono (bass). X-Bart membawakan lagu-lagu Top 40 dan manggung dari kafe ke kafe di Jakarta dan pertama kali manggung di News Café.

Pada tahun 1995, X-Bart berganti nama menjadi Nacle Band. Konsep musik masih sama yaitu membawakan Top 40 dari kafe ke kafe. Dukungan terhadap musisi-musisi ini sangat kuat di kalangan musisi senior Indonesia saat itu. Banyak musisi-musisi senior mendorong Nacle Band untuk masuk ke dapur rekaman. Akhirnya pada tahun 1996, Nacle Band mambuat master 10 lagu dan rekaman di GIN Studio (tempat ngumpulnya musisi-musisi tertama). Proses rekaman banyak dibantu oleh musisi-musisi senior seperti Billy J. Budiarjo, Dian Pramana Putra dan sebagainya.

Eksistensi Arwana
Pada tahun 1997, Nacle Band memberikan master 10 lagu tersebut ke Bp. Jan Juhana dengan label Sony Music Indonesia. Pada tahun yang sama, berdirilah Sony Music Indonesia dan Nucle Band diterima sebagai artis pertama. Nucle Band pun berubah nama untuk masuk ke Sony Music Indonesia. Beberapa nama yang menjadi pilihan saat itu adalah ikon dari Kalimantan Barat tempat semua personil berasal, yaitu ARWANA, KHATULISTIWA dan KAPUAS.

Dari ketiga nama tersebut akhirnya disepakati bersama dengan nama ARWANA, tetapi nama-nama yang lain tetap dipakai sebagai judul album. Genre/jenis musik ARWANA pun berubah dan konsisten di Pop Ballad. Album pertama dengan judul Asa yang berisi 9 lagu dengan single hits-nya lagu Kunanti. Tidak disangka dan tidak diduga, di saat krisis moneter dunia termasuk di Indonesia, album ARWANA pertama kali terjual 400.000 (empat ratus ribu) kopi. Prestasi yang membanggakan ini menjadikan Sony Music Indonesia optimis untuk mempersiapkan album kedua.

Tahun 1999, ARWANA mengeluarkan albumn kedua dengan judul NADI KHATULISTIWA, single hits-nya Lamunanku. Pada album kedua ini ARWANA banyak mendapatkan prestasi dan nominasi diantaranya;

Pendatang Baru Terbaik
Lagu Terbaik versi Ballad & Country dari AMI (Anugerah Musik Indonesia)
Lagu “Kepang Kampung”, menjadi hits terbaik MTV Music Award se-Asia (karena satu-satunya musik yang bernuansa pop etnik).
Promo tour di album kedua ini sangat kurang, karena dipengaruhi kondisi politik Indonesia yang memburuk saat itu. Semua hiburan yang berkaitan dengan kumpulan massa sangat rawan, sehingga beberapa Event Organizer dari beberapa kota cancel untuk mambuat konser ARWANA.

Beberapa tahun ARWANA absen dari musik, akhirnya pada tahun 2004, ARWANA memutuskan untuk membuat album indie khusus Kalimantan Barat yang berjudul Kapuas dengan single hits PTHB (Patah Tumbuh Hilang Berganti). Arwana sebagai produser dan sekaligus publisher untuk album indie ini. Album indie ini khusus dipersembahkan buat penggemar ARWANA di Kalimantan Barat.

Banyak kendala dalam mengatur indie label, terutama dalam konsentrasi waktu dan promosi. Banyak kesibukan masing-masing personel mengakibatkan konsentrasi pada ARWANA berkurang dan menyebabkan absen lagi di belantika musik Indonesia dalam beberapa tahun.

Tahun 2009, banyak fans ARWANA mempertanyakan eksistensi kembali di dunia musik. Banyak masukan dari fans ARWANA di facebook, menjadikan personel ARWANA berpikir kembali untuk meluangkan waktu untuk kembali mewarnai musik Indonesia. Tidak diduga dan tidak disangka, ARWANA Fans Club (Insang ARWANA) di facebook berkembang pesat di beberapa kota. Semangat fans ARWANA ini membangkitkan ARWANA untuk kembali eksis di belantika musik Indonesia. Akhirnya personel inti ARWANA yaitu Yudi Chaniago, Hendri Lamiri dan Yan Machmud sepakat untuk membangkitkan ARWANA yang bertahun-tahun mati suri dari dunia musik. Nama baru yang terpilih yaitu ARWANA Return yang berarti kembalinya ARWANA di belantika musik Indonesia dengan label NAGASWARA.

Tahun 2010, ARWANA Return mengeluarkan album ketiga dengan judul album dan single hits JANGAN PERGI. Ketiga album dari album pertama, kedua dan ketiga mempunyai satu kesatuan tema yaitu antara Kunanti, Lamunanku dan Jangan Pergi. Satu kesatuan tema itu juga mengisahkan perjalanan ARWANA Return di belantika musik Indonesia. Dengan kembalinya ARWANA (ARWANA Return), diharapkan terus berkarya dan “Jangan Pergi” lagi dari dunia musik.




Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Arwana_(grup_musik)
http://www.kompasiana.com/natalius_abidin/arwana_55018740a333115b745131a2Arwana adalah grup band yang didirikan oleh tiga orang musisi yang yaitu

Sunday, October 11, 2015

Trademark


Trademark adalah nama band vokal dari Jerman yang mempunyai anggota tetap yang konsisten. Terdiri dari 3 personel yang bernama Achim Remling, Mirko Baumer dan Sascha Sadeghian. Grup band yang mengikuti aliran grup band Michael Learns to Rock, yang bertemakan lagu-lagu balada.

Seperti di lagu-lagu hitsnya "I'll Be the One", "Only Love", dan "Amazed". Lagu-lagu Trademark "I'll be the One" dan "I'm not supposed to love you anymore", menjadi lagu2 yang sangat terkenal di beberapa negara,khususnya di benua Asia.

Setelah beberapa tahun, ketiga anggota memutuskan untuk mengakhiri band vokal ini, dan ketiga anggotanya masing2 berkonsentrasi untuk bersolo karir. Lagu "Only Love" ini sangat terkenal di tahun 2000, dan sempat dipergunakan untuk keperluan berbagai sinema dan iklan-iklan komersial.

"Only Love"

2 a.m. and the rain is falling
Here we are at the crossroads once again
You're telling me you're so confused
You can't make up your mind
Is this meant to be
You're asking me

But only love can say - try again or walk away
But I believe for you and me
The sun will shine one day
So I'll just play my part
And pray you'll have a change of heart
But I can't make you see it through
That's something only love can do

In your arms as the dawn is breaking
Face to face and a thousand miles apart
I've tried my best to make you see
There's hope beyond the pain
If we give enough, if we learn to trust

I know if I could find the words
To touch you deep inside
You'd give our dream just one more chance
Don't let this be our last good-bye

That's something only love can do




Sumber :
https://www.facebook.com/fans.musik.era.8090an/posts/182930871886271


Tuesday, October 6, 2015

HiVi!


HiVi! merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2009. Grup musik ini beranggotakan 4 orang yaitu Dea (vokal), Ilham (vokal), Febri (vokal/gitar) dan Ezra (vokal/gitar). Grup musik ini bergenre pop.

Band yang terbentuk tahun 2009 ini sudah menetaskan satu debut album yg diberi nama Say Hi! To HiVi! yang dirilis tahun 2012 oleh Universal Music Indonesia dengan single yang berjudul Indahnya Dirimu. Lagu yang diciptakan oleh Febri ini bercerita tentang sepesang remaja yang jatuh cinta pada pandangan pertama yang membuat mereka saling memuji satu sama lain.

Tema cinta memang sangat terasa di album ini, selain Indahnya Dirimu, lagu lain seperti Curi-Curi, Selalu di hati, Mata Ke Hati, Orang Ketiga dan satu lagu ‘daur ulang milik band The Groove yang berjudul Khayalan. Single-single dari album pertama yang menyusul adalah "Orang Ketiga", "Curi-Curi", "Mata ke Hati".

Single-single mereka mendapatkan respon yang baik, terutama dari kalangan remaja dan penggemarnya yang diberi nama "HiFriends". Single "Orang Ketiga" dan "Curi-Curi" mendapatkan kesempatan menjadi soundtrack dari film "Cinta Brontosaurus" yang dibintangi oleh Raditya Dika.

Pada awal tahun 2014, mereka kembali merilis single berjudul "Heartbeat". Single pertama mereka dengan lirik berbahasa campuran (Inggris - Indonesia). Di akhir tahun, mereka mendapatkan kesempatan melakukan tur ke 4 negara di Eropa (Belanda, Perancis, Jerman, Swiss) untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke negara tersebut.

Setelah lama tidak merilis karya baru, HiVi! kembali merilis karya mereka berupa single yang berjudul "Siapkah Kau 'tuk Jatuh Cinta Lagi" pada April 2015, sebuah single pembuka yang menandakan kembalinya mereka ke dunia permusikan yang juga akan disusul dengan album kedua bekerja sama dengan Nino (RAN), Lale, dan Ilman (Maliq & D'Essentials). Kabarnya, Hivi akan merekrut vokalis barunya di album baru mereka pula, yaitu penyanyi berinisal "B".

Untuk bisa bertahan di dunia hiburan, kreativitas tentu menjadi hal yang mutlak diperlukan. Hal inilah yang rupanya disadari oleh grup musik pendatang baru, HiVi. Walaupun tergolong masih baru, namun mereka telah bertekat untuk berkarya tanpa mengenal batas. Hal itu juga tercermin dari nama HiVi yang mereka pilih.
"Jadi itu kita terinspirasi dari pengalaman kita masing masing dari proses kita berkembang sampai akhirnya kita detik ini jadi HiVi itu singkatan dari Hi-Vic artinya menyapa kemenangan jadi lebih ke friendly, jadi victory-nya sendiri lebih ke kemenangan. Menurut kita, itu bukan kita lebih baik daripada orang lain tapi melainkan lebih ke semoga kita bisa lebih baik lagi di hari kemudian. Jadi ada satu hal yang kita lebih bersyukur," papar Dahlia.

Selain itu, Febri juga menjelaskan bahwa HiVi bukanlah band, melainkan grup musik bergenre pop. Pasalnya, dalam tubuh HiVi tidak terdapat komponen seperti bassis, drummer dan segala macamnya. Namun demikian, mereka juga menolak disebut grup vokal, karena mereka sendiri mengiringi musik mereka dengan gitar.

"Kita menyebut kita ini grup musik. Pop, kita bukan band karena kita gak ada drummer gak ada bassis gak ada segala macem dan kita juga bukan grup vokal juga karena saya dan Ezra juga megang gitar selain bernyanyi, jadi kita mengambil nama grup musik aja," timpal Febri.

"Karena dengan grup musik kita bisa mencakup berbagai macam hal yang luas, kita lebih berkarya, menentukan musik juga jadi lebih banyak, juga jadi istilahnya music director, terus kita range vocal kita bareng bareng, jadi kalau kita mengambil nama dengan grup musik kita gitu, bisa mencakup hal yang lebih luas," lanjut Febri.




HiVi 
Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi

Ketika ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya

Masihkah ada dia di hatimu bertahta
Atau ini saat bagiku
Untuk singgah di hatimu

Namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita

Dan tak mungkin ku melewatkanmu
Hanya karena diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

Kini ku tak lagi dengannya
Sudah tak ada lagi rasa antara aku dengan dia (dengan dia)
Siapkah kau bertahta di hatiku, adinda
Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
Namun siapkah kau tuk jatuh cinta lagi oooh

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
Pikirlah saja dulu hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku melangkah menuju ke hatimu
Oooh siapkah kau tuk jatuh cinta lagi

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia
Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia
Bila kau jatuh cinta, katakanlah, jangan buang sia-sia
Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/HiVi!
http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/hivi-kami-bukan-band-dan-bukan-grup-vokal.html

Related Posts