Friday, October 4, 2013

Dr.PM



Dr.PM adalah grup musik indonesia yang berdiri pada tahun 1997 sampai bubar pada tahun 2002 dan kembali pada tahun 2011. Grup musik ini mengawali kariernya dengan formasi Patrick (vokal), Marshal Surya Rachman (gitaris), Danny (bass), Ronald Fristianto (drum). Namun sebelum bubar, band ini mengalami pergantian formasi yaitu Abun (vokal), Marshal Surya Rachman (gitar), Danny (bass).

Grup musik ini mengawali perjuangannya pada tahun 1997. Nama Dr.PM adalah empat nama akronim mereka yang terdiri dari Patrick (vokal), Marshal Surya Rachman (gitaris), Danny (bass) dan Ronald Fristianto (drum). Grup musik ini dianggap oleh masyarakat sebagai band terbaik sepanjang era 90-an akhir hingga 2000-an awal.

Belum sempat masuk rekaman, Patrick telah menyatakan pengunduran dirinya dari grup musik dan sebab yang kurang jelas. Akhirnya grup musik ini mengambil Erwin sebagai pengganti Patrick.

1 tahun kemudian, band ini masuk rekaman untuk pengerjaan album pertama. Dan akhirnya album pertama dirilis dengan nama Dunia Baru pada akhir 1998 dengan single Pernah Mencoba. 

2 tahun vakum, band ini kembali meluncurkan album kedua diberi nama Sosok yang mengandalkan single Damai Mimpi. Lagu Damai Mimpi inilah yang membuat grup musik ini semakin naik daun dan masih didengar masyarakat hingga sekarang. Pada saat itu, formasi masih tetap utuh seperti album pertama.

Dan tak lama kemudian, Erwin memutuskan keluar dan memilih untuk bersolo karier, posisinya diganti oleh Abun. Pengerjaan album ketiga dilakukan, setelah mengalami pergantian vokalis, akhirnya rilislah album ketiga berjudul Lepas Landas pada tahun 2001.

Sayangnya setelah album ketiga dirilis, Ronald pun langsung keluar dari band yang baru saja menghadapi kendala demi kendala yang dihadapinya. Dan band baru saja 5 tahun bangkit di dunia musik akhirnya memutuskan bubar karena kendala yang dihadapi band ini semakin berat. Dan sekarang para personel band ini bermain di grup musik lain.

Grup musik yang sempat vakum selama 10 tahun ini kembali dengan formasi barunya, yaitu Erwin sebagai vokalis & beberapa pemain additional. Grup musik ini merilis single terbaru yaitu Damai Mimpi dengan hasil aransemen baru dari yang pernah dirilis pada tahun 2000.


Personel:
Erwin (vokal) (1998-2000, 2011-sekarang)

Mantan Personel:
Patrick (vokal) (1997)
Abun (vokal) (2000-2002)
Marshal Surya Rachman (guitar) (1997-2002)
Danny (bass) (1997-2002)
Ronald Fristianto (drum) (1997-2001)


Diskografi

Dunia Baru (1998)
Sosok (2000)
Lepas Landas (2001)
Single Damai Mimpi (New Version) (2011)





Pernah Mencoba
oleh: Dr PM
    
Houm lahale oum laha lukulahale....

Rasa yang pernah ada
Antara dua hati menyatu
Kini berlalu
Akankah semua ini datang kembali

Walaupun kini
Kau bukan milikku
Ku bukan milikmu

Kita pernah mencoba
Satu rasa nikmati cinta ini
Luangkanlah sejenak
Untuk kita bersama satukan rasa

Masa akhiri waktu untuk kita
Yang tak kita dapatkan
Untuk selamanya

Walaupun kini
Kau bukan milikku
Ku bukan milikmu

Lepaskanlah anganmu, anganku

'Tuk kembali satukan cinta

Sumber : http://id.wikipedia.org

TIC Band


Perjalanan sebuah band dapat diibaratkan layaknya sebuah album foto yang penuh warna. Para personil boleh datang dan pergi namun jiwa sebuah band harus tetap hidup. Hal inilah yang mungkin ingin diwujudkan oleh TIC Band. 

Terbentuk di tahun 1999, Band ini sebenarnya mengusung aliran rock. Tapi bukan dalam bentuk ‘the hard rock style’, melainkan rock dengan ciri harmonisasi yang kuat.Konsep musik TIC band ini boleh jadi berkaitan dengan karakter para personil yang sangat ‘low profile’. Band yang diperkuat oleh Ogie (vocal), Aswin (Bas), Doni (Gitar), dan Rama (Drum) ini tidak mau memposisikan diri mereka sebagai sosok selebritis.

Sejak dirilisnya album pertama TIC Band yang berjudul ‘Tak Jelas’ di tahun 1999, band ini ternyata mendapat sambutan yang cukup antusias dari penggemar musik di Indonesia. Terbukti dengan diterimanya peluncuran album kedua TIC ‘Terbaik Untukmu’ di tahun 2001 yang berhasil terjual lebih dari 272.000 Keping. 

Namun di tahun 2002, band yang masih terhitung baru ini sempat ditinggal pergi dua personilnya. Doni (gitar) dan Aswin (bas) meninggalkan TIC band karena permasalahan yang bisa dibilang 'klise'. "Ada perbedaan misi yang sangat mendasar di antara kami, yang bikin kami nggak bisa jalan sama-sama lagi. Keputusan yang diambil sudah pasti," ujar Ogie.

Pada saat-saat krusial pembuatan album yang ketiga, TIC band yang pada saat itu hanya tinggal beranggotakan 2 orang, Ogie sang vokalis dan Rama pada drum tetap bersikeras menyelesaikan album mereka. 

Selama proses rekaman mereka di studio, TIC Band merekrut gitaris anyar dengan skill prima bernama Hussein. Cowok muda berdarah Arab ini sebenarnya bukan wajah baru dalam TIC band, karena Hussein sering menjadi additional player dalam beberapa konser TIC Band.

Suara Anak Adam sendiri menjadi saksi perubahan yang diusung oleh anak-anak TIC Band. Perubahan anak-anak Surabaya ini tidak hanya terlihat dari album terbaru mereka yang bisa mampu menonjolkan sisi maskulinitas dari TIC Band sekaligus menonjolkan segi penampilan. Album ini menghadirkan ekspresi bermusik TIC yang sedikit berbeda, minimalis sehingga alunan vintage sound dalam album ini lebih kental terasa.


Perbedaan
oleh: Tic Band

   
Hari demi hari, masa demi masa
Set'lah sekian lama tiada yang berubah
Kau seperti aku masih saja tak biasa
'Tuk saling percaya, saling menerima
Bukan salahmu, bukan salah kita

Lihat diri kita adakah kau rasa
Kau bukan dirimu, kau bukan diriku
Namun demi cinta kau harus tetap bertahan
Kau harap dirimu tetap disampingku
Selama disana masih ada terasa
Keinginan 'tuk selalu bersama

Sayangku jangan pernah merasa ini akhir kita
Mungkin perbedaan yang membuat kita saling jatuh cinta

Lihat diri kita adakah kau rasa
Kau bukan dirimu, kau bukan diriku
Kau seperti aku masih saja tak biasa
'Tuk saling percaya, saling menerima
Bukan salahmu, bukan salah kita

Selama kita mencoba terbuka

Sumber : http://laguindonesia.50webs.com

The Fly



The Fly merupakan sebuah grup musik dari Indonesia. Anggotanya berjumlah 3 orang yaitu Kin Aulia, Levy, dan Adith. Grup musik ini dibentuk pada tahun 1994.

Personil The Fly terdahulu (tanpa Kin Aulia).
Personel The Fly awalnya berjumlah tujuh orang yaitu Kin, Levi, B'Jah, Adith, Iren (gitar elektrik), Kus (gitar akustik) dan Irwan. Mereka sempat merilis album perdana di tahun 1997 dengan lagu andalan "Pelangi Semu". Sayangnya lagu tersebut tidak bisa mengangkat angka penjualan dipasaran. Penjualan album yang mengecewakan membuat Iren, Kus dan Irwan mengundurkan diri dan berkonsentrasi pada hal lain. 

Beberapa saat vakum, personel yang tersisa akhirnya berhasil mengeluarkan album berjudul The Fly (2001) yang diproduksi oleh BMG Musik Indonesia.

Satu tahun kemudian, mereka merilis album Episode III dengan melejitkan hits "Palsu" dan "Berlalu". Di album ini mereka dibantu oleh beberapa musisi seperti Otong 'Koil' (vokal di lagu 'Palsu') Angga 'Funky Kopral', Bagus 'Netral' (vokal di lagu 'Tirani'). Masih seperti sebelumnya mereka masih dilabeli dengan Sony BMG Musik Indonesia.

Bjah keluar dari The Fly pada awal tahun 2005 dikarenakan ingin meneruskan kuliah S1 di bidang hukum sejak lama. Hampir selama dua tahun, The Fly tidak memiliki vokalis tetap. Sampai akhirnya di tahun 2007, The Fly merekrut Firman Siagian alias Gian, finalis tiga besar Indonesian Idol Musim Kedua. Album baru bertajuk If Loving You Is Wrong, I Don't Want To Be Right pun dirilis pada tahun yang sama dengan masuknya Gian.

Namun, Gian harus keluar dari The Fly dikarenakan solo karir. Kini, posisinya diganti oleh Teddy. Album keenam mereka, A New Beginning from Another Beginning's End resmi keluar.

Pada tahun 2012, dengan formasi tetap grup musik ini merilis single berjudul Flamboyan yang merupakan hasil aransemen dari grup vokal legendaris Bimbo. Rencananya single lagu ini akan dirilis seusai lebaran. Lagu ini juga akan digunakan dalam salah satu film yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Belum genap setahun, Teddy sang vokalis mengundurkan diri karena lebih fokus dengan karir solonya. Rencananya tanggal 1 Juni 2013, The Fly akan memperkenalkan vokalis terbaru mereka untuk menggantikan posisi Teddy. Dan vokalis yang menggantikan posisi Teddy adalah Kin Aulia sendiri. Single terbaru The Fly sendiri akan dirilis pada Juni 2013 berjudul Bercahaya.

Diskografi

Agustus 1997 (1997)
The Fly (2001)
Episode III (2002)
Keindahan di Dunia (2004)
If Loving You Is Wrong, I Don't Want To Be Right (2007)
A New Beginning from Another Beginning's End (2011)
Single Flamboyan (2012)
Single Bercahaya (2013)

Anggota
Levy (bass)
Adith (keyboard)
Kin Aulia (gitar, vokal)

Mantan anggota B'Jah (vokal)
Iren (gitar)
Kus (gitar)
Irwan (drum)
Gian (vokal)
Teddy (vokal)





Sumber : http://id.wikipedia.org


The Fly - #2
Posted by Lirik Raja onMinggu, 17 Juli 2016
Pernah aku rasakan damai relung jiwa
Yang s’lalu menjauhi diri ini
Jika semua t’lah pergi namun tiada berarti
Akan kuhadapi semua ini...

Oh cinta yang terasa sirna dari hatiku yang sepi
Semakin merajah membuatku tertawakan jalan hidupku ini
Oh terlerai dan sirnalah sunyiku ini.. wo.ho.oo..

Pernah kau janji suci namun tiada berati
Haruskah kau berlari takkan mati
Rasa dicabik luka kau palingkan muka
Aku tak mengerti semua ini...

Oh cinta yang terasa sirna dari hatiku yang sepi
Semakin merajah membuatku tertawa kan jalan hidupku ini
Oh terlerai dan sirnalah sunyiku ini
Diriku menyadarinya, takkan pernah ada cinta ye.ee..
Ye.eee.. ho.oo.. Ye.ee.. Ye.eee.. huu..

[Coda]
ye.ee.. Ye.eee.. ho.oo.. Ye.ee.. Ye.eee.. huu..

ye.ee..!

ADA Band


ADA Band adalah sebuah grup musik yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Grup ini awalnya didirikan oleh Suriandika Satjadibrata, Ibrahim Imran, Krishna Balagita, Iso Eddy H dan Elif Ritonga. Namun di tengah perjalanan karirnya grup ini mengalami banyak pergantian personel,grup musik yang melejit melalui tembang-tembangnya seperti "Masih", "Manusia Bodoh" dan "Karena Wanita" ini personelnya yang terkini adalah Suriandika Satjadibrata, Donnie Sibarani, Marshal Surya Rachman dan Aditya Pratama.

1995-1997 : Awal terbentuk
Ada Band terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy Himawarso (Iso) pada keyboard & backing vocal, Krishna Balagita pada keyboard/piano, Suriandika Satjadibrata pada bass dan Muhammad Abdu Elif Ritonga (E'el) pada drum. Pada tahun 1997, Ada Band merilis album pertama dengan judul "Seharusnya". Lagu "Seharusnya" menjadi andalan dalam album perdana mereka. Awalnya pada tahun 1993, sebelum mereka membentuk Ada Band, Baim, Dika, Iso , E'el dan Herry telah tergabung dalam sebuah grup musik pengiring yang bermain di kafe atau hotel secara rutin dengan nama B to 90's. Nama B to 90's itu sendiri adalah sebuah nama pemberian saat mereka sedang mengisi suatu acara di radio Prambors Jakarta.

1998-1999 : Awal mula keretakan
Mereka merilis album kedua, setelah vakum selama 2,5 tahun, berjudul "PerADAban 2000" di bulan Juli 1999. Lagu di album ini antara lain lagu “Oughh...!!!”, “Bilakah?”, dan “Tinggalkanlah Cinta”. Tak disangka lagu "Ough" sukses di pasaran hingga terjual 200 ribu copy lebih dan setelah itu BMG Music Malaysia menawarkan Ada Band untuk mempromosikan albumnya di Malaysia. Namun setelah album kedua, Iso dan E'el hengkang dari Ada Band.

2000-2001 : Keluarnya Baim
Rama Yaya Moektio kemudian bergabung sebagai drumer menggantikan E'el. Mereka merilis album ketiga di bulan Maret 2001 berjudul "Tiara"[10] . Lagu yang terdapat dalam album ini antara lain “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah?”, dan “Belenggu & Cinta”. Dalam album ini Ada Band banyak melakukan promo tournya ke daerah-daerah di Indonesia seperti Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Bulan Desember 2001, Baim menyusul Iso dan E'el hengkang dari Ada Band. Sepeninggal Baim Ada Band sempat diisukan telah terpecah menjadi dua kubu dan dikabarkan bubar.

2002-2003 : Bangkitnya Ada Band (masuknya Donnie)
Ada Band "Metamorphosis" adalah album pertama setelah Donnie dan Marshal bergabung di Ada Band
Setelah dua tahun vakum, awal tahun 2003, Ada Band kembali menggebrak dengan formasi Krishna Balagita pada keyboard/piano, Dika pada bass & backing vocal, Rama Yaya Moektio pada drum, Marshal Surya Rachman pada gitar, Donnie Sibarani pada vokal. Dengan formasi ini, Ada Band merilis album "Metamorphosis",[14] dengan lagu unggulan antara lain “Masih (Sahabatku Kekasihku)”, “Seberkas Kisah Lalu”, & “Manja”. Ada Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul diberbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003[15] (dalam 3 kategori). Selain formasi baru, album ini juga berada di bawah label yang baru yaitu EMI Music Indonesia.

Untuk penutup tahun 2003, Ada Band mengumpulkan semua album Ada Band yang lama dalam sebuah album bertajuk "The Best Of Ada Band – Discography". Album ini berisikan lagu-lagu yang membawa Ada Band menjadi terkenal seperti saat ini.12 (dua belas) lagu menghiasi album ini, termasuk 2 (dua) lagu romantis khas Ada Band.
Awal 2004, Rama terkena musibah, mobilnya menabrak dan dirinya luka parah. Kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, akhirnya membuat Rama juga harus hengkang dari Ada Band. Sepeninggal Rama, Ada Band terpaksa berjalan walau hanya dengan 4 personel. Dibantu Rere (mantan penabuh drum Grass Rock, sekarang di grup musik Black Out) dan beberapa Additional Musicians. 

Pada tahun ini pula Ada Band mengalami sedikit masalah karena salah satu lagunya yang dibajak digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai soundtrack VCD porno. Pada 2005 Ada Band merilis "Heaven of Love", dan "Romantic Rhapsody" pada awal 2006, serta "Cinema Story" pada pertengahan 2007, album ke-9 Ada Band pada tahun 2008 yang berjudul "Harmonious"pun dirilis,serta album "Mystery Of Musical" dan album ke-11 Ada Band yang di rilis pada bulan Juli 2011 dengan personel baru, yaitu Aditya Pratama di beri judul "Empati"

2004-2006 : Album Heaven of Love (puncak kesuksesan)
Dalam album "Heaven of Love" terdapat 12 lagu baru. Donnie berduet dengan Gita Gutawa, putri musisi Erwin Gutawa dalam lagu "Yang Terbaik Bagimu". Sedangkan lagu "Manusia Bodoh" terpilih menjadi single pertama album ini. Video klip "Manusia Bodoh" telah digarap dengan apik oleh Eugene Panji dibawah bendera Human Plus Production. "Heaven of Love" berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300ribu kopi dalam waktu lima bulan. Dan mereka berhasil mendapat penghargaan double platinum. Enam bulan kemudian, mereka mendapat penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Paltinum (di Indonesia, setiap 150 ribu kaset yang terjual akan mendapat platinum). 

Album kesebelas mereka, Empati dirilis dan masuknya drummer baru mereka, yaitu Adi. Dan ADA band bernaung di bawah label music yang baru yaitu Universal Music Indonesia

Album keduabelas mereka berjudul Masa Demi Masa dirilis di sebuah restauran ayam cepat saji Texas Chicken , dan di album ini ADA band pun mengganti logo band nya !!

Personel
Donnie Sibarani - vocal
Dika - bass, backing vocal
Marshal - gitar
Aditya Pratama - drum

Mantan Personel
Ibrahim Imran - Vocal, Gitar
Rama Yaya Moektio - Drum
Iso Eddy Himawarso - Keyboard, Piano
Muhammad Abdu Elif Ritonga - Drum
Krisna Balagita - Piano



Ough
oleh: Ada Band
  
Manis kata baurkan makna
Ramah sapa siratkan gelora
Di senyummu tersimpan tanya
Rasa rindu tak akan pernah hadir dalam kata

Selalu berdusta, hampa tiada getar
Cinta dari hatimu
Ough

Takkan pernah hati ini untukmu
Takkan pernah ku berpaling padamu
Simpan saja semua bujuk rayumu
Simpan semua cerita

Telah kau coba ungkapkan rasa
Namun tiada dapat kuyakinkan ketulusanmu
Makna kasihmu
Bila sirna ragu di hati wujudkan cinta

Tiada tempatmu dihatiku
Sirna harapanmu terbuai
Walau kau selalu coba meraih


Sumber : wikipedia.id

KLa Project


KLa Project adalah kelompok musik asal Indonesia yang dibentuk oleh Katon Bagaskara, Lilo (Romulo Radjadin), Adi Adrian, dan Ari Burhani pada tahun 1988. Nama KLa sendiri diperoleh dari inisial personel band ini, sementara penggunaan huruf "A" kecil bertujuan untuk menandakan adanya dua personel yang memiliki inisial huruf tersebut.

KLa dibentuk oleh Katon, Lilo, Adi, dan Ari pada tahun 1988 di daerah Tebet, Jakarta. Mereka merilis album pertamanya "KLa" pada tahun 1989 yang mencetak hits seperti Rentang Asmara, Tentang Kita, Waktu Tersisa, dan Laguku. 

Pada tahun 1991, KLa meluncurkan album keduanya bertajuk "Kedua" di mana terdapat lagu monumental Yogyakarta. Sementara album ketiga (Pasir Putih - 1992) mereka mencetak hits seperti Tak Bisa Ke Lain Hati dan Belahan Jiwa.

Meskipun saat itu musik KLa Project lebih maju dari zamannya, karena musik dengan irama melayu masih populer, mereka berhasil mencuri hati banyak pendengar musik. Mereka pun memiliki basis penggemar yang menamakan diri KLanis.

Setelah peluncuran album ketiga, Ari Burhani keluar dan beralih peran sebagai manajer band. KLa kemudian berjalan dengan formasi tiga orang dan menetaskan dua album, Ungu (1994) dan V (1995). 

Pada bulan Maret 2001, giliran Lilo yang keluar dari band ini. Namun KLa tetap berjalan terus walau hanya menyisakan Katon dan Adi. Kemudian tahun 2003, KLa memutuskan untuk menambah tiga orang personel baru, yaitu Erwin Prasetya ex Dewa 19, Yoel Vai dan Hari Goro. 

Nama mereka pun berubah menjadi NuKLa. NuKLa sempat mengeluarkan satu album pada tahun 2004 yang bertajuk "New Chapter" dengan single Izinkan Ku Memuja.

Pada tahun 2006, Erwin Prasetya memutuskan untuk keluar dari NuKLa karena perbedaan visi. Tak lama setelah itu, Katon Bagaskara menyatakan bahwa NuKLa berganti nama kembali menjadi KLa Project. Salah satu alasannya adalah sulitnya mengubah citra KLa yang lama menjadi baru.

Pada awal tahun 2009, KLa melakukan reuni dengan ditandai diluncurkannya album KLa Returns yang beranggotakan tiga anggota awal mereka: Katon, Lilo, dan Adi.

Beberapa anggota KLa Project juga berkarier solo. Katon telah merilis enam album, Adi mencetak dua album, dan Lilo baru satu album. 

Pada tahun 2010, mereka kembali meluncurkan album yang berjudul Exelentia dan menjagokan single berjudul Hidup Adalah Pilihan dengan 2 pemain tambahan. 

Pada tanggal 8 November 2011, KLa Project kembali merilis album yang berjudul A Tribute To KLa Project dengan menampilkan penyanyi dan grup band yang terlibat dalam album tersebut seperti Ungu, Ahmad Dhani, Kerispatih, Maliq & D'Essentials, Vidi Aldiano, Pongki Barata, RAN, Babas, Violet, dan The Upstairs.


Yogyakarta
oleh: KLA Project

   
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...

Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi

Bila hati mulai sepi tanpa terobati


Sumber :
http://www.klaproject.com

http://id.wikipedia.org

Friday, September 27, 2013

Dewa 19

Album 1 : Dewa 19

Dewa 19 adalah sebuah grup musik yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Indonesia.


Album 2 : Format Masa Depan

Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel dan formasi terakhirnya sebelum dibubarkan pada tahun 2011 adalah Ahmad Dhani (kibor), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum). 


Album 3 : Terbaik-Terbaik

Setelah merajai panggung-panggung festival di akhir era 1980-an, Dewa 19 kemudian hijrah ke Jakarta dan merilis album pertamanya pada tahun 1992 di bawah label Team Records.


Album 4 : Pandawa Lima

Grup ini telah meraih kesuksesan sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an melalui serangkaian lagu-lagu bergenre rock dan pop. 


Album 5 : Bintang Lima

Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan album mereka yang dirilis tahun 2000, Bintang Lima, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping.


Album 6 : Cintailah Cinta

Pada tahun 2005, majalah Hai menobatkan Dewa 19 sebagai band terkaya di Indonesia dengan pendapatan mencapai lebih dari 14 miliar setahun.


Album 7 : Laskar Cinta

Sepanjang perjalanan kariernya, Dewa 19 telah menerima banyak penghargaan, baik BASF Awards maupun AMI Awards. Mereka juga pernah meraih penghargaan LibForAll Award di Amerika Serikat atas kontribusi mereka pada upaya perdamaian dan toleransi beragama. 


Album 8 : Republik Cinta

Pada tahun 2008, Dewa 19 masuk ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone. Dewa diakui sebagai salah satu legenda atau ikon terbesar dalam sejarah musik populer Indonesia.

Mahakarya Ahmad Dhani Dewa 19: The Concert
http://youtu.be/iWWJdD8sbrY

Friday, July 12, 2013

Voodoo


Voodoo adalah grup musik beraliran Progressive Rock dan Heavy Metal Indonesia asal Jakarta yang dibentuk pada 12 Juli 1991. Voodoo dikenal dengan hits slow rock mereka yang berjudul Salam Untuk Dia yang mencapai penjualan hingga ratusan ribu kopi. Selain itu Voodoo juga dikenal dengan lagu-lagu mereka yang rumit dan penuh dengan skill. Voodoo di gawangi oleh 4 musisi Indonesia dengan kemampuan yang fantastis.

Voodoo dibentuk oleh Edo Widiz pada tanggal 12 Juli 1991. Pada awalnya, Voodoo terdiri 3 personil, yaitu Edo Widiz pada gitar, Doddy Katamsi pada vokal, dan Adman Maliawan pada bass. Kemudian Ossa Sungkar bergabung sebagai drummer. 

Pada saat pembuatan album demo untuk album pertama Voodoo, Doddy Katamsi (Vokal) mengundurkan diri dan bergabung dengan group Elpamas. Ophie Danzo pun mengisi posisi kosong sebagai vokalis. Dengan Formasi Edo Widiz (gitar), Adman Maliawan (bass), Ossa Sungkar (drum) & Ophie Danzo (vokal) pada akhir tahun 1993 Voodoo merilis album perdana mereka yang memiliki dua versi, yaitu "1994" & "Dawai Nurani" dengan hits “Katakan". 



Pada pertengahan tahun 1994 Adman Maliawan (bass) mengundurkan diri dan digantikan oleh Atenk RS. Pada bulan September 1995, Voodoo merilis album ke-2 mereka dengan title W.O.B (Wis Ojo Bingung) yang disebut sebagai "The Most Wanted Album" dan menghasilkan hits “Salam Untuk Dia", "Hasrat Jiwa", "Ah... (Sudahlah)" & "Abal – Abal". 

Setelah beberapa saat beredarnya album W.O.B ini, Ophie Danzo (vokal) mengundurkan diri dan penggantinya adalah Yoyok Ragil. Pada Bulan Mei 1997, Voodoo merilis album Re-packaging yang bertitle "Selamanya", dimana dalam album ini terdapat double single lagu "Selamanya" & "Cium", sisanya adalah lagu dari album sebelumnya yang diaransemen ulang. 

Pada pertengahan tahun 1999 Voodoo merilis album ke-4 mereka yang diberi titel "OYEA" dengan lagu andalan "Hitam Putih" & "Prahara”. Ditahun 2000, Voodoo mempersembahkan sebuah album yang dikemas dalam "Kumpulan Lagu Terbaik Voodoo" untuk para fans yang merupakan album terakhir mereka.

Setelah tenggelam, para personil Voodoo berpencar membuat band mereka masing - masing. Edo Widiz, Atenk RS, dan Ophie Danzo membentuk band bernama Opera. Ossa Sungkar pun membentuk band Jazz bernama Heaven On Earth.

Pada tahun 2005, Voodoo kembali ke industri musik Indonesia dengan vokalis baru mereka bernama Suley yang memiliki karakter vokal mirip dengan Chris Cornell, vokalis dari Audioslave yang sangat berbeda dengan karakter vokal Voodoo yang sebelumnya dan menghasilkan single berjudul "Bawa Pergi Cintaku" pada 2009. 

“Salah satu alasan kembalinya Voodoo adalah kita ingin meluruskan kembali Rock yang sebenarnya, sehingga band-band lain yang merusak keragaman musik kita ini sadar,” tegas Ossa Sungkar. Namun sayang pasar musik Indonesia tidak berpihak kepada mereka. Setelah 4 tahun bersama Voodoo, Suley pun mengundurkan diri. Voodoo back to basic dengan bergabungnya Novy Rock sebagai vokalis baru mereka yang memiliki karakter vokal melengking layaknya para mantan vokalis Voodoo pada era sebelum vakumnya Voodoo.

Karakter musik

Aliran utama dari Voodoo adalah progressive rock. Hal itu terbukti dari beberapa lagu mereka seperti "W.O.B", "Tuan Tanah", "Abal-Abal", "Plonco", dan lain-lain. Karakter progressive rock Voodoo sangat kental dalam album W.O.B, yaitu banyaknya birama odd time yang disajikan dalam lagu-lagu mereka.

Namun, tak sedikit juga lagu-lagu mereka yang berbau Heavy Metal seperti pada lagu "Tsunami", "Talaseta", "Bad Girl", dan "Jari-Jari Rock". Terutama pada lagu "Tsunami" dan "Talaseta" yang banyak mengandung beat double pedal pada drum.

Voodoo dikenal sebagai band rock yang rumit dan punya idealisme tinggi. Bisa dibilang ini adalah band Indonesia dengan rasa kelas dunia dan sering disejajarkan dengan Van Halen dan Mr. Big. Dimana pada era saat ini, belum banyak musisi yang mampu membuat band dengan warna musik seperti ini di Indonesia. Alasan mengapa Voodoo sering di-identikkan dengan Van Halen dan Mr. Big beberapa diantaranya adalah pada saat solo gitar Edo Widiz yang mirip dengan gaya solo gitar Eddie Van Halen dalam lagu "Bunga dan Kumbang" dan "Katakan (New Version)", dan tapping gitar dan bass pada lagu "Tsunami" yang memiliki tema seperti lagu dari Mr. Big yang berjudul "Addicted to That Rush".

Formasi
Voodoo Formasi I :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Adman Maliawan - Bass
Doddy Katamsi - Vokal

Voodoo Formasi II :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Adman Maliawan - Bass
Ophie Danzo - Vokal

Voodoo Formasi III :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Ophie Danzo - Vokal
Atenk RS - Bass

Voodoo Formasi IV :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Atenk RS - Bass
Yoyok Ragil - Vokal

Voodoo Formasi V :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Atenk RS - Bass
Suley - Vokal

Voodoo Formasi VI :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Atenk RS - Bass
Resya - Vokal

Voodoo Formasi VII :
Edo Widiz - Gitar
Ossa Sungkar - Drum
Atenk RS - Bass
Novy Rock - Vokal






Salam Untuk Dia

    
Senja datang sambut sang bulan
Iringi langkahku, lalui sunyinya malam
Kuberjalan layangkan khayal
Kutepiskan duka, sendiri kumelangkah

Saat itu kumelihat, seraut wajah
Yang pancarkan rasa
Sejenak aku terlena akan indahnya dia

Sampaikan salamku untuk dia
Yang bangkitkan jiwa
Sampaikan salamku untuk dia
Menyentuh batinku tergores dalam lamunanku

Hari hari yang ceria
Sejak saat itu hasrat melandaku
Angin kabarkan padanya
Ungkapan getar jiwa

Sampaikan salamku untuk dia
Yang bangkitkan jiwa
Sampaikan salamku untuk dia
Agar kau mengerti inginku merengkuh hatimu

Akankah tercipta rasa diantara kita
Yang selalu menggelora

Sampaikan salamku untuk dia
Yang bangkitkan jiwa
Sampaikan salamku untuk dia
Semoga Tuhan satukan kita selalu bersama

Sampaikan salamku untuk dia
Bayangi mimpiku
Sampaikan salamku untuk dia

Pagipun tersenyum saksikan jalan hidup kita

Related Posts